BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berpesan kepada pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di pemerintah Kota Bontang agar aktif di media sosial. Sebab, medsos itu bisa menjadi alat yang mudah untuk memberikan pelayanan pada masyarakat dan merespon persoalan mereka.
Ini disampaikannya saat menerima Wakil Wali Kota Bontang, Najirah, beserta rombongan di kantornya, Selasa (30/11/2021). Menurut Ganjar, dulu di Jawa Tengah juga tidak mudah saat awal melakukannya. Namun pelan dan pasti, perubahan-perubahan terus terjadi dan saat ini sudah semakin baik.
“Medsos itu bagus, kita bisa cepat kerjanya. Bayangkan kalau saya dengan penduduk 35 juta. Kalau menemui mereka satu persatu pasti sulit. Tapi dengan medsos, jangkauannya bisa lebih besar,” katanya.
Baca juga: Ganjar Minta Pejabat Fungsional Bisa Inovatif dan Cepat Respon Perubahan Pascapandemi
Ganjar menerangkan, menjadikan smart city itu bukan hal yang sulit. Namun, yang sulit adalah persiapan sumber daya guna mendukung sistem itu. Kalau sistemnya sudah jadi, itu mudah. Yang sulit adalah membiasakan SDMnya karena itu pasti ada perubahan besar.
“Untuk pemerintahan yang baik kami punya sistem GRMS, itu mulai e-planning, e-budgeting, e-delivery bisa dikelola secara digital. Kami juga punya banyak kanal untuk pengaduan masyarakat, misalnya Laporgub dan kanal aduan lain,” jelasnya.
Untuk itu, Ganjar berpesan pada Najirah agar menyiapkan SDM di lingkungan Pemkot Bontang. Hal yang sederhana adalah mereka diajari untuk selalu melayani masyarakat dengan mudah.
“Coba dimulai dulu untuk persiapan SDM. Yang paling mudah adalah menangkap laporan masyarakat. Kalau ASN di Pemkot Bontang sudah terbiasa dengan aduan dan laporan masyarakat, mereka sudah mau merespon. Itu modal dasar. Kalau sistem smart city sudah dibuat, pasti bisa,” terangnya.
Baca juga: BNPT Akan Bangun Kawasan Khusus di 5 Provinsi untuk Jamin Rezeki Eks Napiter
Najirah mengatakan, salah satu visi misinya saat pilkada adalah menjadikan Kota Bontang sebagai smart city. Pihaknya optimis hal itu akan terwujud dengan cara belajar langsung dari daerah yang sudah menerapkan.
“Makanya kami study banding smart city ini ke Jawa Tengah khususnya di Kota Semarang. Hasil dari sini akan kami terapkan di Kota Bontang,” jelasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

