BETANEWS.ID, PATI – Jaringan Masyarakat Peduli Kendeng (JMPPK) memperingati Hari Pahlawan dengan menanam pohon serentak di tujuh kabupaten, Rabu (10/11/2021). Selain menanam pohon, mereka juga mendoakan para pahlawan yang telah berjuang untuk bangsa.
Ketua JMPPK Gunretno menerangkan, tujuh Kabupaten itu meliputi Pati, Grobogan, Blora, Rembang, Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Pihaknya akan terus menghijaukan lahan gundul agar sumber dan air tetap terjaga. Dia bertekat menjaga kelestarian alam serta terus menentang perusakan kawasan karst Pegunungan Kendeng yang terus menerus dikeruk.
“Penanaman ini bertujuan untuk mengingatkan kepada semua lapisan masyarakat. Terutama para pemimpin negeri ini baik daerah maupun pusat, bahwa semangat Yu Patmi akan terus bergelora hendak mengadili perusak ibu bumi,” tegasnya.
Baca juga: Gundulnya Pegunungan Kendeng Disebut Jadi Penyebab Banjir di Kudus
Menurutnya, sesuai dengan hasil KLHS Pegunungan Kendeng yang merupakan perintah dari Presiden Joko Widodo, merekomendasikan untuk melindungi kawasan karst Kendeng. Pihaknya juga menegaskan akan tetap menolak pendirian pabrik semen di kawasan Pegunungan Kendeng.
“Para Pahlawan di era sebelum kemerdekaan berjuang dan memberikan nyawanya agar kita bisa menjadi bangsa yang merdeka lepas dari perbudakkan bangsa asing. Tetapi sayang sekali, pengorbanan mereka dicederai oleh bangsanya sendiri dengan menindas saudara sebangsa dan setanah air. Membuat kebijakan yang tidak ramah pada lingkungan dan berujung pada krisis iklim,” katanya.
Gunretno menjelasakan, sesuai UUD 45 Pasal 33 bahwa kekayaan alam dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Menurutnya, atas nama pembangunan pemerintah daerah maupun pusat terus menerus mengeluarkan izin perusakkan hutan (deforestasi) untuk perkebunan monokultur dan pertambangan.
“Pengalihan fungsi lahan pertanian untuk kawasan industri, serta pengurukkan kawasan pantai untuk kawasan hunian maupun industri. Semuanya dilakukan tanpa mempertimbangkan keseimbangan ekosistem, tanpa mempertimbangkan dampak besar bagi rakyat yang menghuni kawasan-kawasan tersebut,” serunya.
Baca juga: Kudus Berpotensi Diguncang Gempa Hingga 6 SR dari Sesar Kendeng
Dia menambahkan, mengenang para pahlawan berarti mengenang pula pengorbanan Ibu Patmi, Salim Kancil, dan saudara-saudara yang melayang saat memperjuangkan ruang hidup dan keadilan. Bagi Gunretno, mereka adalah pahlawan kehidupan, yang berjuang bukan demi perut sendiri, tetapi berjuang untuk kita semua agar alam ini tetap lestari.
“Mari kita ambil bagian dalam proses perbaikan negeri ini. Indonesia negeri kita tercinta tidak sedang baik-baik saja,” tandas Gunretno.
Editor: Ahmad Muhlisin

