CJIBF 2021 Tawarkan 60 Peluang Investasi di Jateng dari Pariwisata Hingga Infrastruktur

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan kembali menggelar Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2021. Ajang tahunan temu investor ini, menawarkan lebih dari 60 peluang investasi, meliputi pariwisata, perikanan, pertanian, perkebunan, infrastruktur, manufaktur dan energi.

Acara yang bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah dan didukung Kementerian Investasi/BKPM, Bank Jateng, dan Kementerian/Lembaga lain ini akan dilaksanakan secara hybrid di Ball Room Hotel Tentrem Semarang pada 10-11 November.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Ratna Kawuri mengatakan, puluhan potensi investasi yang ditawarkan berasal dari seluruh Jawa Tengah. Di antaranya, Pengembangan Pembenihan Ikan Nila Salin Tilapia di Kabupaten Pati, Industri Udang Terpadu di Kabupaten Cilacap, Pembangunan Docking Kapal di Kabupaten Rembang.

-Advertisement-

Adapula, investasi PSEL Jatibarang (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) di Kota Semarang, Pengembangan Aqua Edu Culture Park Panjang Island di Kabupaten Jepara, Pengembangan Kawasan Wisata Agro Edupark Tlogowening, Proyek Sentra Industri Perikanan Kabupaten Pati, Jurug Theme Park And Zoo Surakarta, dan pengembangan industri kelapa terpadu di Kabupaten Cilacap.

Baca juga: Punya Potensi Tinggi, Denmark Akan Tingkatkan Investasi di Jateng

“Penyelenggaraan CJIBF Tahun ini mengangkat tema Rebuilding Agri-industries for Economic Acceleration. Mengingat bahwa sektor pertanian dalam arti luas di Jawa Tengah memberikan kontribusi positif terhadap upaya pemulihan ekonomi. Dan peluang investasi dari sektor tersebut masih sangat terbuka,” ujarnya, Sabtu (6/11/2021).

Selain itu, ketersediaan kawasan industri juga ditawarkan pada calon investor. Di antaranya Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, Kawasan Industri Terpadu Batang, Kawasan Industri Wijayakusuma, Aviarna Industrial Estate,  Jateng Land Industrial Park Sayung dan Kawasan Industri Segajung.

Ditambahkan, Pemprov Jawa Tengah komitmen dengan kemudahan berinvestasi. Satu di antaranya, dengan melakukan pengawalan dan membuka kanal komunikasi, baik bagi calon investor ataupun pemodal yang telah menanamkan modalnya di Jawa Tengah.

“Ketika ada investor yang berminat, kami lakukan pengawalan. Jika ada permasalahan, kami koordinasikan untuk mencari solusi. Intinya untuk menarik investasi upaya pengawalan yang kami lakukan secara end to end,” urainya.

Baca juga: Pabrik Kaca Terbesar Se-Asia Tenggara Dibangun di Batang, Bisa Serap 1.200 Tenaga Kerja

Ditanya mengenai peluang investasi di Jawa Tengah, Ratna mengatakan potensinya masih sangat besar. Ini mengingat ketersediaan sumber daya yang kompetitif didukung dengan budaya masyarakat yang terbuka.

“Kemarin ketika kami diskusi dengan asosiasi (pengusaha) Korea, disampaikan bahwa tenaga kerja Jawa Tengah santun dan lembut, mau bekerja keras. Terkait UMK juga masih terjangkau,” pungkas Ratna.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER