BETANEWS.ID, KUDUS – Segala upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Kudus untuk mempercepat proses vaksinasi Covid-19 bagi warganya. Terkini, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus membentuk tim sosialisasi beranggotakan kader kesehatan desa.
Kasi Surveilens dan Imunisasi DKK Kudus Aniq Fuad mengatakan, sudah ada empat kecamatan di Kudus yang mulai bergerak menyosialisasikan pentingnya vaksinasi, yaitu Kecamatan Kudus, Bae, Gebog, dan Kaliwungu.
Mereka akan berusaha meyakinkan masyarakat terkhusus lansia untuk mau divaksin. Harapannya, pola pikir masyarakat terhadap vaksin bisa berubah dan tidak khawatir untuk vaksin.
Baca juga: Percepat Vaksinasi di Kudus, Akhwan Ajak Anggota DPRD Lebih Peduli Warganya
“Tim ini bertugas untuk memberikan informasi, edukasi, serta dorongan agar masyarakat mengetahui secara gamblang pentingnya vaksinasi,” katanya, Sabtu (23/10/2021).
“Jadi masyarakat nanti bisa tahu vaksin itu kegunaannya untuk apa, manfaatnya, efek samping, dan resikonya. Selama ini masyarakat belum diberi tahu edukasi semacam itu, hanya dengar dari orang sekitarnya. Makanya penting adanya sosialisasi vaksin,” jelasnya.
Tak hanya itu, DKK Kudus juga telah menyiapkan program vaksinasi door to door untuk mengejar ketercapaian vaksinasi lansia. Sebab, capaian vaksinasi lansia di Kudus masih di bawah target 50 persen yang membuat Kudus naik level 3 PPKM Jawa-Bali.
Vaksinasi door to door, menurut Aniq perlu dilakukan karena lansia banyak yang menolak divaksin. Namun hal ini juga perlu dorongan dari keluarga untuk meyakinkan bahwa vaksinasi itu aman.
Baca juga: Vaksinasi Lansia Baru 34 Persen, Partai Golkar Kudus Wacanakan Vaksinasi Keliling
“Mindset masyarakat itu masih ada yang negatif terkait vaksin. Masih khawatir kalau suntik vaksin. Padahal vaksin itu aman. Makanya kami butuh dorongan dari keluarga untuk meyakinkan agar anggota keluarganya mau divaksin. Kalau dari keluarga tidak ada dukungan yang hasilnya masih sama,” katanya.
Untuk diketahui, capaian vaksinasi pertanggal 20 Oktober 2021 menunjukkan capaian vaksinasi dosis pertama baru menyasar 24.385 lansia atau masih 34,3 persen dari total target lansia sebanyak 71.098 orang. Lalu untuk dosis kedua lansia, baru 11.307 orang atau 15,9 persen dari total target.
Sementara untuk persentase total warga Kudus yang divaksin dosis pertama, sudah 49,2 persen atau sebanyak 327.880 orang sasaran dari total 665.884 jiwa. Sedangkan untuk dosis kedua baru 27,5 persen atau 183.052 orang sasaran.
Editor: Ahmad Muhlisin

