31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Kasus Covid-19 Kembali Ditemukan di Dua Sekolah di Solo

BETANEWS.ID, SOLO – Setelah puluhan kasus Covid-19 ditemukan di lima sekolah dasar (SD) di Kota Solo, kini ditemukan lagi belasan kasus covid di dua sekolah menengah pertama (SMP).

Ahyani, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo mengatakan, dua sekolah SMP tersebut yaitu, SMP Negeri 8 dan SMP Negeri 4.

“Dari hasil tes acak yang kemarin dilakukan, didapati puluhan siswa terkonfirmasi positif. Kita langsung hentikan pembelajaran tatap muka,” terang Ahyani.

-Advertisement-

Ia merinci, untuk di SMP Negeri 4 terdapat satu orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan di SMP Negeri 8 terdapat 11 kasus. Untuk itu, sesuai ketentuan yang berlaku, kedua SMP tersebut juga harus ditutup sementara dan harus melakukan pembelajaran secara jarak jauh (PJJ).

Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo. Foto: Khalim Mahfur.

Baca juga : Soal Klaster PTM, Gibran Minta Orang Tua Monitor Aktivitas Anak Ketika di Rumah

Terkait hal itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menegaskan, saat ada sekolah yang kedapatan muridnya terkonfirmasi positif Covid-19, maka sekolah tersebut akan ditutup. Namun, untuk sekolah yang lainnya tetap dapat melaksanakan PTM.

“Sekali lagi, kalau sekolah kan cuma sejam dua jam. Ini makanya perlu pengawasan ketat yang di luar sekolah, di rumah terutama. Makanya, saya minta tolong untuk orang tua agar memonitor anak-anaknya,” tegas Gibran, Kamis (21/10/2021).

Gibran mengatakan, program surveilans, yakni testing dan tracing secara acak bagi sekolah-sekolah akan terus berjalan. Ia juga mengatakan, PTM akan terus berlangsung dan tidak akan menutup semua sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

“Sekolah sudah tutup dua tahun, mosok meh tutup meneh hanya karena beberapa kasus saja,” kata dia.

Dikarenakan anak-anak yang terpapar Covid-19 merupakan kasus tanpa gejapa (OTG), menurut Gibran, proses penyembuhan akan lebih cepat. Kendati demikian, dengan semakin banyaknya pelonggaran peraturan yang diberlakukan, orang tua siswa juga harus tetap melakukan pengawasan terhadap anak-naknya.

“Random testing terus kita lanjutkan. Enak aja hepi-hepi, kasus e rendah, tapi nggak ditesting yo podo wae. (enak saja senang-senang kasusnnya rendah, tapi nggak ditesting, ya sama saja). Aturan tidak kita ubah, tetap sama. Kami kami juga tekankan ke pihak sekolah, agar muridnya dimonitor juga. Kita juga akan melakukan monitoring,” tutur Gibran.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Surakarta Wuryanti membenarkan, bahwa ada satu siswanya yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dirinya menjelaskan, bahwa siswa tersebut baru duduk di bangku kelas VII, yang baru pertama kali masuk sekolah dan bertepatan dengan hari pelaksanaan tes antigen random di sekolah tersebut.

“Saya sampaikan, hari Senin (18/10/2021) kemarin itu anak kelas VII baru pertama kali masuk ke sekolah. Jadi selama ini, kelas VII memang belum kami beri kesempatan untuk PTM terbatas. Saya menunggu anak-anak itu nerima vaksin dosis 2 dulu,” terang Wuryanti.

Wuryanti mengatakan, pada hari pertama siswa yang masuk tersebut hanya dihadiri oleh 50 persen siswa sesuai peraturan yang berlaku. Selanjutnya, sekitar pukul 07.30 WIB, anak-anak langsung diarahkan menuju ruang transit untuk persiapan random tes antigen.

“Dari hasil itu, ditemukan 1 anak yang positif. Saya harus menyampaikan, anak-anak tersebut belum pernah berinteraksi, jadi belum pernah datang ke sekolah. Itu adalah kali pertama dia datang, jadi anak-anak memang dari rumah ke sekolah. Karena yang sampel anak-anak yang lainnya negatif,” ujarnya.

Baca juga : Ada Klaster PTM di Solo, Wali Murid Mengaku Tak Khawatir Izinkan Anaknya Ikuti PTM

Dengan adanya temuan kasus tersebut, Wuryanti mengatakan, bahwa PTM segera dihentikan. Dirinya juga mengatakan, keluarga dan teman dari siswa tersebut setelah ditracing menunjukkan hasil negatif. Selain itu, murid-murid yang lainnya pada hari ini juga menjalani tracing di Puskesmas Gilingan.

Wuryanti menegaskan, hal ini harus menjadi perhatian semua orang tua untuk memahami, bahwa pandemi ini belum berakhir dan anak lebih banyak beraktivitas di rumah. Ia juga menekankan, agar orang tua terus mengawasi serta menjaga protokol kesehatan anaknya.

“Otomatis pengawasan ketat harus dari orang tua. Orang tua harus benar-benar menjaga protokol kesehatan mereka. Sudah dilonggarkan, jangan sampai membuat abai dan pandemi ini belum berakhir,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER