BETANEWS.ID, KUDUS – Pemilik sanggar tari mengapresiasi adanya kegiatan latihan tari yang digelar di Museum Kretek. Hal itu, dinilai sangat positif, khususnya bagi pelaku seniman tari yang ada di Kudus.
Menurut Murni Asih, Pemilik Sanggar Murni Asih, kegiatan tersebut bisa merangkul semua sanggar untuk bertemu dan belajar bersama tentang tarian andalan dari masing-masing sanggar.

Baca juga : Museum Kretek Gelar Latihan Tari
“Kalau kegiatan yang menggumpulkan beberapa sanggar, ini baru pertama kali dilakukan. Karena biasanya hanya satu sanggar saja kalau ada kegiatan,” jelasnya, Senin (11/10/21).
Untuk tarian yang diajarkan dalam kegiatan kali ini, kata Murni, ia mempersembahkan tarian Sigrak Tetanen, yang merupakan karya dari sanggarnya. Tarian tersebut, menurutnya mudah untuk diajarkan.
“Untuk latihan hari pertama ini, saya mengajarkan tarian Sigrak Tetanen, yang memiliki cerita tentang kegiatan bertani. Karena tarian ini memang simpel, sehingga mudah diajarkan kepada anak-anak,” ucapnya.
Lalu untuk setiap sanggar, lanjut Murni, dianjurkan membawa anak didiknya sebanyak 5 orang.
“Undangannya setiap sanggar membawa 5 orang, tetapi alhamdulillah ini di luar ekspetasi. Banyak anak-anak yang datang, jadi yang datang lebih banyak,” tambahnya.
Baca juga : Museum Kretek Disebut Tempat Bersejarah yang Hanya Dimiliki Kudus
Sementara itu, salah satu orang tua, Unun Magfiroh (38) mengatakan, dirinya sangat senang dengan kegiatan ini. Karena ini bisa menjadi ajang untuk anak-anak mengenal teman-teman sanggar yang lain.
“Kegiatannya cukup baik, dengan seperti ini, anak-anak bisa bersosialisasi dengan teman-teman sanggar yang lainya dan bisa belajar tari-tarian dari berbagai sanggar,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

