BETANEWS.ID, KUDUS – Kasus video ambulans Rumah Sakit (RS) Aisyiyah Kudus ugal-ugalan yang mengalami kecelakaan di Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus berakhir damai. Pihak Rumah Sakit Aisyiyah dan empat orang teradu sepakat untuk tidak melanjutkan permasalahan tersebut.
Kasatreskrim Polres Kudus AKP Agustinus David mengatakan, sekitar tiga pekan yang lalu pihak RS Aisyiyah Kudus mengadukan beredarnya video hoaks di media sosial tentang mobil ambulansnya yang ugal-ugalan sehingga mengalami kecelakaan. Namun, setelah diadakan mediasi, kedua pihak sepakat untuk berdamai.
“Pihak pengadu yakni RS Aisyiyah mencabut surat pengaduannya. Serta ada kesepakatan di antara pengadu dan teradu untuk tidak melanjutkan kasus tersebut,” ujar pria yang akrab disapa David kepada awak media, Kamis (19/8/2021).
Baca juga: Fakta Dibalik Viralnya Ambulans Kosong Ugal-ugalan yang Kecelakaan di Kudus
Sementara itu, kuasa hukum RS Aisyiyah Kudus, Nanda Tanjung membenarkan bahwa pihaknya dan teradu sudah saling memaafkan. Mediasi dilakukan sesuai arahan Kapolres Kudus agar masalah yang terjadi diselesaikan melalui restorative justice.
“Ya, pihak RS Aisyiyah Kudus mengikuti arahan dari Kapolres Kudus. Oleh sebab itu kami sepakat untuk saling memaafkan,” ujar pria yang biasa dipanggil Nanda itu.
Dia mengatakan, empat terlapor juga sudah melakukan klarifikasi dan menjelaskan mengapa menyebarkan berita yang sudah tersebar di media sosial (medsos) muapun Whatshapp. Setelah teradu memberikan penjelasan pihak RS Aisyiyah sepakat untuk berdamai dan tidak melanjutkan permasalahan tersebut.
Baca juga: Perekam dan Penyebar Video Hoaks Ambulans RS Aisyiyah Ugal-Ugalan Dipanggil Polisi
“Sebelumnya, sekitar tiga pekan yang lalu empat teradu juga sudah bikin penyataan permintaan maaf secara tertulis. Kami juga berterima kasih kepada pihak Polres Kudus yang sudah membantu proses mediasi. Serta terima kasih juga kami ucapkan kepada empat teradu yang sudah bersedia minta maaf,” ungkapnya.
Satu di antara teradu yakni, Runjikan (45) yang merupakan pembuat dan penyebar video hoaks tersebut mengaku menyesal. Warga Desa Wates itu berjanji ke depan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
“Saya mengaku menyesal. Ke depan saya tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. Saya tidak akan membuat video seperti itu lagi,” sesal Runjikan.
Editor: Ahmad Muhlisin

