Penjualan Alat Pemanggang Sate Pun Kena Dampak PPKM Darurat

BETANEWS.ID, KUDUS – Banyaknya orang yang berkurban pada Hari Raya Idul Adha, biasanya berdampak signifikan terhadap permintaan arang, tusuk sate maupun alat pemanggang sate.

Khusus untuk alat pemanggan sate, menjelang Iduladha ini, ternyata tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Seperti halnya yang ada di salah satu tempat produksi dan toko perabotan rumah tangga, yakni UD Pak Noor yang berada di Jalan Tanjung, Nganguk, Kramat, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

UD Pak Noor menyediakan alat perabotan rumah tangga, termasuk alat pemanggng sate. Foto: Nila Rustiyani.

Baca juga : Mendekati Iduladha, Penjualan Besek di Jepang Meningkat

-Advertisement-

Fathiyatul Hasanah Pemilik UD Pak Noor mengatakan, jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berdampak terhadap turunnya permintaan akan alat pemanggang sate.

Sebelum pandemi, katanya, ia bisa menjual hampir 50 alat panggang. Namun di tahun ini, hanya sekitar 20 alat yang bisa dijual. Itu pun dengan harga yang lebih tinggi dari biasanya.

“Sekarang bahan baku naik semua. Cari bahan juga susah, soalnya ada penyekatan. Jadi bahan baku susah dan harga ikut naik,” kata perempuan yang meneruskan usaha turun-temurun pembuatan perabotan rumah tangga tersebut, Sabtu (17/7/2021).

Agar bisa terus produksi, Fathiyatul mencoba menaikkan harga jual barang sekitar 20 persen. 

“Tapi kadang pembeli juga ndak mau, soalnya harganya naik. Yang biasanya harganya Rp 80 ribu, sekarang bisa jadi Rp 100 ribu. Itu pun masih sulit buat dapat untung,” ucapnya.

Baca juga : Besek Sarang Walet Buatan Mbah Siti Ini Banyak Diburu di Bulan Juni

Pihaknya berharap, keadaan seperti ini bisa segera berakhir. Agar roda perekonomian bisa segera normal kembali. 

“Semoga semuanya bisa normal kembali, rezeki lancar, perekonomian lancar. Sehat-sehat juga semuanya,” harapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER