BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo telah menyiapkan skenario jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang. Salah satu kebijakan yangharus diambil adalah kembali me-refocusing anggaran untuk membantu warga yang terdampak.
Bupati Kudus HM Hartopo, beberapa waktu lalu telah berkoordinasi dengan Asisten 1 Pemkab Kudus untuk menindaklanjuti kebijakan refocusing anggaran. Pihaknya telah meminta kepala desa maupun lurah untuk menggunakan anggaran dari Dana Desa (DD) untuk membantu warga Kudus yang terdampak PPKM Darurat.
“Kepala Desa sudah kita perintahkan lewat Asisten satu, bagaimana supaya bisa refocusing lagi dana desa dan (memberikan) tunjungan bagi orang-orang yang terdampak,” kata Hartopo, Sabtu (17/7/2021).
Baca juga: Ada Wacana PPKM Darurat Diperpanjang, Pedagang Pasar Kliwon: ‘Kami Bisa Mati Perlahan’
Lebih lanjut, Hartopo belum mengetahui secara pasti bagaimana perkembangan dari instruksinya tersebut. “Itu sudah kita instruksikan, tapi masalah pelaksanaannya saya belum monitor lebih jauh,” lanjutnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat Kudus untuk saling bantu-membantu dengan pihak-pihak yang terdampak PPKM Darurat. Seperti halnya UMKM yang sangat terdampak.
Hartopo menyontohkan, aksi itu bisa dengan membeli dagangan para wirausahawan, kemudian bisa disedekahkan kepada banyak orang.
“Kita sudah mengimbau untuk saling mendorong UMKM itu sendiri. Tapi secara lisan,” ucapnya.
Baca juga: Antisipasi PPKM Darurat Diperpanjang, Ganjar Siapkan Skenario Kontinjensi
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal asosiasi kontraktor nasional (Askonas) Indonesia, Ferdaus Ardyansyah Purnomo merasa dirugikan dengan adanya perpanjangan PPKM Darurat. Sebagai organisasi dengan jumlah 25 ribu anggota se-Indonesia mereka pantas gelisah dan sedikit keberatan jika PPKM Darurat jadi diperpanjang.
“Karena dampak perpanjangan ini kan menurunkan produktivitas kami dan mengganggu perekonomian masyarakat secara makro,” terangnya.
Dengan perpanjangan PPKM Darurat, pihaknya memohon kepada Pemerintah Pusat untuk mengambil keputusan yang lebih bijaksana dan terukur.
“Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat serta melakukan vaksinasi beserta sosialisasinya secara masif dan tersistem,” pintanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

