BETANEWS.ID, KUDUS – Proses vaksinasi di Kabupaten Kudus terancam berhenti, lantaran stok vaksin di Gudang Farmasi kosong. Kasi Surveilans dan Imunisasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Aniq Fuad mengatakan, sejak ramai-ramainya wacana vaksin satu juta sehari oleh pemerintah pusat, dropping vaksin dari pemerintah provinsi mulai berkurang.
“Kekosongan tanggal 3 juli. Setelah ramai-ramai vaksin 1 juta dosis per hari, distribusi ke Jawa Tengah mulai berkurang,” kata Aniq saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/7/2021).
Terakhir pada Senin (12/7/2021), lanjut Aniq, Kabupaten Kudus sendiri telah mendapatkan dropping vaksin sebanyak 5.000 dosis. Namun, selang sehari, semua vaksin tersebut habis, langsung dibagikan kepada fasilitas kesehatan yang memberikan layanan vaksinasi.
Baca juga: Stok Vaksin di Kudus Tinggal untuk Penyuntikan Dosis Kedua
”Yang terakhir tadi sore ada lima ribu dosis, itu pun masih banyak kekurangan. Jadi seperti RS Kumala Siwi itu butuh vaksin, tapi kita sudah tidak punya vaksin. Artinya, jalan satu-satunya tunggu,” terangnya.
Sampai hari ini, lanjut Aniq, Kabupaten Kudus sudah menerima sekitar 204.380 dosis vaksin. Di mana yang sudah digunakan sebanyak 182.111 dosis untuk dosis pertama maupun kedua. Sementara untuk sisanya, difokuskan untuk suntikan vaksin dosis kedua hingga 17 Juli 2021.
Dari data yang disampaikan Aniq tersebut, Kudus sendiri masih kekurangan sekitar 68 ribu dosis vaksin untuk penyuntikan tahap kedua. Jika sampai tanggal 17 Juli 2021 nanti Kudus belum mendapatkan tambahan vaksin, proses vaksinasi di Kudus terancam berhenti untuk sementara waktu.
“Yang ada sekarang itu di faskes itu sudah dialokasikan untuk dosis 2 sampai tanggal 17 juli, jadi nanti setelah tanggal 17 juli belum ada dropping vaksin lagi ya kita tidak bisa vaksinasi,” ucapnya.
Baca juga: Pasokan Tersendat, Stok Vaksin di Kudus Kian Menipis
Untuk selanjutnya, pihaknya hanya bisa menunggu dropping vaksin lagi dari pemerintah provinsi. Pihaknya pun mengimbau, agar masyarakat yang ingin segera divaksin bisa lebih bersabar menunggu.
“Kepada masyarakat kita mengimbau untuk sementara waktu kita hanya bisa menunggu dropping vaksin. Khususnya untuk dosis pertama. Merek apapun kita gunakan, asalkan yang layak uji,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

