BETANEWS.ID, SALATIGA – Varian Covid-19 varian Delta terdeteksi mulai masuk Kota Salatiga. Dari uji sampel yang dilakukan pada Juni 2021, hasilnya beberapa pasien diketahui telah terpapar Covid-19 varian Delta.
Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan, jika hasil sampel sudah keluar dan diketahui terdapat jenis Delta terhadap beberapa pasien Covid-19 yang ada di Salatiga.
“Hasil sampel sudah keluar bulan Juni, ” jelasnya, Selasa (13/7/2021).
Menurutnya, pada Juni lalu, di Kota Salatiga terjadi lonjakan kasus Covid-19. Dia menyebut, kemungkinan lonjakan tersebut disebabkan oleh jenis Delta.
Baca juga : Covid-19 Varian Delta Ditemukan di 8 Daerah Jateng, Kudus Paling Tinggi
“Kemungkinan juga karena jenis Delta ini sudah menyebar. Jadi harus ada antisipasi agar tidak semakin meluas dan bisa dikendalikan,” kata Yuliyanto.
Sampel terhadap pasien tersebut di antaranya diambil di Puskesmas Tegalrejo, Puskesmas Cebongan dan Puskemas Sidorejo Lor.
Lebih lanjut, Yuliyanto mengimbau masyarakat untuk waspada dan hati-hati serta selalu mentaati protokol kesehatan. Dia mengingatkan kepada warga agar taati protokol kesehatan.
“Gunakan masker dobel jika beraktivitas, selalu cuci tangan, jauhi kerumunan, kurangi mobilitas. Jangan disepelekan, Delta ini lebih ganas,” paparnya.
Dia menyampaikan Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang PPKM Darurat harus dipatuhi agar Covid-19 tak semakin meluas. Untuk itu, kebijakan Salatiga di Rumah Saja kembali diberlakukan.
“Batasi aktivitas sementara waktu. Kita juga kembali memberlakukan Salatiga di Rumah Saja pada Minggu (11/7/2021) kemarin, agar mobilitas masyarakat berkurang,” katanya.
Baca juga : DKK Kudus Belum Bisa Pastikan Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus Karena Varian India
Dia menilai Salatiga di Rumah Saja yang pertama pada (4/7/2021) bisa mengurangi kasus baru Covid-19. Pada minggu ini tidak ada penambahan kasus di atas 100.
“Sebelumnya di atas itu, bahkan pernah juga 200-an. Jadi kita semua harus disiplin agar ini semakin terkendali,” katanya.
Editor : Kholistiono

