31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Gibran Tegaskan Solo Tidak Pernah Tolak Pasien dari Luar Daerah

BETANEWS.ID, KUDUS – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menegaskan, jika Solo tidak pernah menolak pasien dari luar daerah. Hal itu menanggapi pernyataan Bupati Karanganyar Juliyatmono jika ada sempat ada penolakan dari rumah sakit terhadap warganya.

Gibran menegaskan, bahwa hal tersebut bukan penolakan. Ia menyampaikan bahwa Solo memiliki BOR ( Bed Occupancy Rate ) yang cukup tinggi, dikarenakan banyak menerima pasien dari luar.

“Seperti yang dikatakan Bu Kepala Dinas Kesehatan tadi, Bu Ning, kadang-kadang pasien dari luar yang sudah parah itu diantar pakai mobil pribadi sama keluarganya. Itukan nggak boleh. Makanya, kadang kita menerima pasien orangnya panik, ndilalah ICU nya penuh. Nah ini yang membuat kita kewalahan,” terangnya.

-Advertisement-

Baca juga : Kepala Daerah se-Solo Raya Bertemu Selaraskan Aturan PPKM, Gibran: ‘Semua Sepakat, Semua Kompak’

Ia menegaskan bahwa sejak awal pandemi, sebagian pasien di Solo berasal dari luar kota. Namun pasien harus sesuai dengan SOP.

“Kalau sudah ada laporan, datanya diinput dulu, baru kita bisa antisipasi. Dan, Solo tidak pernah menolak pasien dari luar,” tegasnya kepada awak media usai menghadiri pertemuan dengan kepala daerah se-Solo Raya di Makorem 074/Warastratama Surakarta, Kamis (24/6/2021).

Lanjutnya, terkait dengan pertemuan dengan seluruh kepala daerah se-Solo Raya, dirinya menyampaikan jika hal tersebut sebagai upaya untuk menyelaraskan aturan terkait dengan PPKM demi menekan lonjakan kasus Covid-19.

Diharapkan, melalui musyawarah itu tidak terjadi kesenjangan tentang aturan yang diberlakukan di tiap daerahnya.

Menurutnya, semua kepala daerah sudah bermusyawarah bersama. Pemimpin daerah se-Solo Raya menurutnya harus kompak, agar aturan yang dirilis tidak berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.

Baca juga : Optimis Ekonomi Pulih di Kuartal Tiga, Gibran: ‘Kita Kejar dengan Event-Event’

“Pariwisata, hajatan harus kompak, jam operasional warung dan lain-lain semua harus kompak. Jam operasional sudah di bahas tadi, warung dan lain-lain sudah dibahas, pokonya harus kompak. Pokonya ekonomi harus jalan, kesehatan juga harus jalan, jangan sampai ada yang dikorbankan,” ujarnya.

Di sektor wisata, Gibran mengatakan bahwa Solo mempunyai tempat wisata yang sedikit. Namun untuk wilayah kabupaten lain diketahui bahwa tempat wisata sudah ditutup semua.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER