BETANEWS.ID, KUDUS – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kudus hari ini (28/5/2021) melonjak tinggi, yakni 241 kasus. Bahkan, jumlah ini merupakan yang tertinggi sejak Lebaran beberapa pekan lalu. Bertambahnya angka tersebut, kini jumlah kasus terkonfirmasi aktif telah menembus angka 1032 kasus.
Angka penambahan kasus tersebut berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Jumat petang ini. Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo mengatakan, penambahan kasus positif berasal dari dalam wilayah Kabupaten Kudus. Dia merinci, 23 kasus dari Kecamatan Bae, 18 kasus dari Kecamatan Dawe, 10 kasus dari Kecamatan Gebog, 36 kasus dari Kecamatan Jati.
Baca juga: Minta Kepala Daerah Siaga, Ganjar: ‘Jangan Sampai Kasus Kudus Terjadi di Tempat Lain’
“Sedangkan Kecamatan Jekulo ada penambahan sebanyak 20 kasus, 63 kasus dari Kecamatan Kaliwungu, 40 kasus dari Kecamatan Kota, 24 kasus dari Kecamatan Mejobo, dan 7 kasus dari Kecamatan Undaan,” tutur Badai.
Pada Kamis kemarin, penambahan harian kasus positif Covid-19 di Kudus sebanyak 45 kasus. Jumlah tersebut menurun dari hari sebelumnya pada Rabu (26/5/2021) yang tercatat ada penambahan kasus sebanyak 89 kasus. Jumlah tersebut pun tercatat menurun dibanding hari sebelumnya pada Selasa (26/5/2021) dengan penambahan kasus sebanyak 152 kasus.
Saksikan Video Kasus Covid di Kudus Melonjak, Ganjar Minta Kota Semarang Backup Penanganan
Melonjaknya kasus Covid-19 di Kudus membuat pasien positif Covid-19 dari daerah sekitar Kudus dialihkan ke Semarang. Rumah sakit di Kudus yang selama ini menjadi tempat penanganan pasien dari daerah sekitar, tak mampu lagi menampung pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, pemerintah sudah mengatasi kasus lonjakan Covid-19 di Kudus dengan menambah tempat tidur.
Baca juga: Dinkes Jateng Alihkan Pasien Rujukan Covid-19 dari Kabupaten Sekitar Kudus ke Semarang
“Contohnya, di RSUD Loekmono Hadi (Kudus), dinaikkan dua kali lipat (tempat tidur) dari sebelumnya, supaya terjadi relaksasi hunian,” kata Yulianto, Jumat (28/5/2021).
Seiring lonjakan kasus di Kudus, pihaknya juga meminta kabupaten sekitar Kudus yang biasanya menjadikan Kudus sebagai tempat rujukan, Dinkes Jateng meminta agar itu tidak dilakukan.
“Kabupaten sekitar Kudus yang biasanya merujuk di Kudus, kita minta sementara tidak perlu di Kudus dulu,” ucapnya.
Editor: Suwoko

