31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Hadapi Lonjakan Kasus, Pemprov Minta Ruang Rawat Covid-19 di Seluruh Jateng Diaktifkan Lagi

BETANEWS.ID, SEMARANG – Dua minggu pasca lebaran, Pemprov Jateng minta seluruh rumah sakit mengaktifkan kembali ruang perawatan Covid-19. Dinkes Jateng juga mempersiapkan obat-obatan dan pelindung diri juga pelatihan bagi tenaga kesehatan. Hal ini menyusul beberapa wilayah mencatatkan kenaikan kasus penularan virus Corona.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan, tingkat penularan Covid-19 sebelum lebaran sempat mengalami penurunan. Ini diindikasikan dengan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit atau tempat isolasi yang rendah, di bawah 30 persen.

“Hari ini dan kemarin, menurut teori epidemiologi merupakan masa inkubasi adalah 2-14 hari, kalau terjadi penularan memang masa-masa kritis. Maka, satu minggu ke depan kita harus betul-betul waspada dan siap siaga, untuk mengantisipasi apabila ada lonjakan kasus,” ujarnya, saat konferensi pers daring, Jumat (28/5/2021) siang.

-Advertisement-

Baca juga: Minta Kepala Daerah Siaga, Ganjar: ‘Jangan Sampai Kasus Kudus Terjadi di Tempat Lain’

Oleh karenanya, pihaknya meminta pemerintah kabupaten atau kota mengaktifkan lagi tempat-tempat rawat Covid-19. Baik itu fasilitas isolasi mandiri, terpusat, ruang rawat, dan ICU di rumah sakit.

Yulianto mengatakan, kesiapan itu juga diperuntukan bagi tenaga kesehatan dan penyiapan obat-obatan. Termasuk, alat pelindung diri bagi tenaga kesehatan.

“Kami siap bila dibutuhkan dari teman-teman kabupaten dan kota. Empat belas hari paska-lebaran adalah hari ini, seminggu ke depan kita tetap siaga, namun semoga tidak ada peningkatan ekdponensial lagi,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, hingga minggu ke 20 peningkatan jumlah kasus penularan Covid-19, terjadi di beberapa kabupaten atau kota. Namun, ada beberapa di antaranya yang mencatatkan penurunan kasus penularan.

Di antara yang mencatatkan penurunan kasus adalah,  Kabupaten Semarang, Klaten, Magelang, dan Blora.

“Cukup banyak yang meningkat, yang meningkat di antaranya Kota Semarang, Demak, Kendal, Kabupaten Tegal, Karanganyar, Wonogiri, Purbalingga, Kudus, Pati, Grobogan, dan Jepara,” sebut Yulianto.

Baca juga: RS di Kudus Overload, Beberapa Pasien Covid-19 Dirujuk ke Semarang

Ia juga menegaskan, seluruh lini rumah sakit di Jateng siap menangani pasien Covid-19. Yulianto memaparkan, jumlah rumah sakit lini pertama ada 13 unit, lini dua 63 unit, dan rumah sakit lini tiga berjumlah 162 unit.

Yulianto menjelaskan, pembagian lini tersebut berdasarkan tingkat keparahan pasien yang dapat dirujuk di fasilitas tersebut. Contohnya, rumah sakit lini satu diharapkan bisa merawat mereka dalam kondisi kritis. Sedangkan, kalau mereka yang sakit sedang atau ringan, dapat dirawat di rumah sakit lini satu atau dua.

“Semua rumah sakit harus melayani rumah sakit dari mana saja. Tidak boleh misal rumah sakit Kariadi hanya orang Semarang, atau RSWN hanya layani yang Semarang. Jangan takut kalau BOR (Bed Occupancy Reate) tinggi dianggap jelek,” pungkas Yulianto.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER