BETANEWS.ID, KUDUS – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Omah Dongeng Marwah (ODM) Kudus. Kali ini, salah satu siswanya yaitu Tiyo Ardianto (18) berhasil meraih juara 1 lomba baca puisi inspiratif tingkat nasional yang digelar Penerbit Erlangga dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, dengan tema Kebangkitan Nasional 2021.
Tiyo begitu ia akrab disapa, berbagi cerita kepada betanews.id tentang lomba yang diikutinya tersebut. Ia katakan, jika lomba tingkat nasional itu diikuti 4.150 peserta, mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA. Sedangkan batas pengiriman video peserta lomba yaitu tanggal 10 Mei 2021.
Baca juga : Siswa Omah Dongeng Marwah Juara 2 Lomba Monolog Tingkat Nasional
Untuk mengikuti lomba baca puisi itu, katanya, Tiyo hanya membutuhkan waktu satu hari untuk persiapannya.
“Persiapannya terbilang singkat, efektif satu hari. Tapi saya sudah disiplin meningkatkan kualitas diri untuk kemampuan membaca puisi. Saya sudah disiplin waktu soal itu. Karena di Omah Dongeng Marwah sudah dibiasakan untuk itu. Siap pentas kapan pun dan di mana pun,” terang anak pertama dari dua bersaudara itu.
Untuk prestasi di tingkat nasional, katanya ini merupakan prestasi ke dua bagi Tiyo. Sebelumnya dia sudah menjuarai lomba monolog bahasa jawa di UNNES pada tahun 2020. Menurutnya, prestasi itu tak luput dari peran OMD yang saat ini menjadi ruang tumbuh utama bagi Tiyo.
“Semua ini tidak lepas dari lingkungan saya. Karena ada nama OMD dan Kudus, di mana aku bisa tumbuh dan berkembang,” katanya, Kamis (20/5/2021).
Ia juga menyebutkan nama-nama juri pada lomba itu. Di antaranya, Peri Sandi Huizche, Ken Zuraida, Ahda Imran, Matdon, Risfandi, Heliana Sinaga, Mohamad Chandra Rosyadi dan Alfan Nasrul.
“Menurutku lomba ini cukup bergengsi, dengan juri yang kredibel, nama-nama keren. Seperti Ibu Ken Zuraida istri Alm WS Rendra dan penyair-penyair hebat lainnya,” beber warga Dukuh Krajan RT 04 RW 01, Kecamatan Bae, Kudus itu.
Puisi yang ia baca saat lomba berjudul Amuk Wisanggeni karya Eka Retno Diana Putri, teman belajarnya di ODM. Puisi tersebut mengisahkan tentang Wisanggeni. Anak Madukara yang sejak kecil menjadi ancaman bagi tokoh wayang yang berbuat licik dan dzalim.
Baca juga : Omah Dongeng Marwah, Sekolah Alternatif yang Punya Banyak Lulusan Hebat
Meski tidak terlahir di keluarga seniman atau budayawan. Tiyo mengaku bersyukur karena selalu mendapat dukungan dari orang tua. Selain itu dia juga tumbuh di lingkungan yang dapat membuatnya terus bertumbuh.
“Mungkin karena saya seneng ngomong, jadi butuh tempat didengarkan. Sejak kecil ikut lombah pidato dan khutbah, kemudian berkembang ke baca puisi. Puncaknya waktu di ODM, ruang tumbuh utama saya hari ini ODM,” jelasnya.
Editor : Kholistiono

