BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus belum melakukan persiapan khusus menghadapi kebijakan larangan mudik Lebaran 6-17 Mei 2021. Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Kabid LLAJ) Dishub Kudus Putut Sri Kuncoro mengungkapkan, pihaknya masih menunggu Surat Edaran (SE) terkait prosedur larangan mudik dari Kementerian Perhubungan.
“Tugas kami kan menyosialisasikan larangan mudik. Kami masih mengacu pada SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 tahun 2021. Tapi sampai saat ini kami masih menunggu surat edaran yang mengatur teknis pelaksanaan mudik,” jelas Putut saat ditemui di ruangannya, Selasa (20/4/2021).
Karena belum ada kejelasan, pihaknya saat ini belum menyiapkan penyekatan untuk para pemudik. Pos pemantauan pemudik juga belum dipersiapkan.
“Mungkin nanti kalau sudah ada instruksi, kami lebih persiapan di teknisnya. Menyiapkan pos pemantauan pemudik, dan rest area,” katanya.
Baca juga: Soal Larangan Mudik, Ganjar Minta Kepala Daerah Ingatkan Warganya
Sedangkan untuk tempat-tempat yang dipersiapkan untuk dilakukan penghalauan pemudik, akan dikoordinasikan dengan pihak kepolisian Kudus. Jika mengikuti imbauan Bupati Kudus HM Hartopo, dua tempat diproyeksikan untuk dilakukan penghalauan pemudik. Yakni di perbatasan Kudus-Pati dan perbatasan Kudus-Demak.
“Bus nanti kalau nekad mudik, kami suruh untuk kembali. Kecuali mereka yang menjalankan tugas, seperti PNS, Polri, TNI, tenaga medis, itu boleh. Dengan tujuan untuk perjalanan dinas,” papar Putut.
Pantauan Putut hingga hari ke delapan Ramadan, kedatangan pemudik di Terminal Tipe A Jati Kudus masih landai. Belum begitu banyak pemudik dari luar kota yang datang ke Kabupaten Kudus.
“Terminal Jati masih terlihat landai. Belum begitu banyak, masih biasa. Kudus sendiri masih adem-adem aja,” imbuhnya.
Baca juga: Pengusaha Bus Minta Pemerintah Cabut Kebijakan Larangan Mudik Lebaran
Sebagai persiapan kedatangan pemudik, kemarin Dishub bersama Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus telah melakukan tracking kepada mereka yang datang dari luar kota. Ada sembilan orang yang dites rapid antigen. Kasi Surveilans Imunisasi DKK Kudus Aniq Fuad menjelaskan, dari sembilan orang yang tes ternyata ada satu yang reaktif.
“Yang reaktif itu dari luar kota. Jadi selanjutnya kami koordinasikan dan kami serahkan kepada dinas kesehatan orang tersebut,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

