BETANEWS.ID, SEMARANG – Tak banyak yang tahu, ternyata di Kota Semarang ada penginapan yang super murah. Penginapan tersebut bernama Pondok Boro. Untuk menginap di tempat tersebut satu malamnya, tarifnya hanya Rp 3 ribu.
Meski penginapan tersebut terbilang murah, tak perlu khawatir karena sudah disediakan perlengkapan kamar mandi, lemari, jemuran dan juga tempat untuk salat.
Saking murahnya, banyak yang menyewa kamar di Pondok Boro puluhan tahun. Bahkan ada juga yang mengajak anak dan istinya untuk menginap di Pondok Boro.
Baca juga : Kabar Gembira, Tenaga Medis Bisa Nginep di Hotel Dafam Cuma Rp 10 Ribu Semalam
Meski terbilang murah, beberapa orang yang mengiap di tempat tersebut mengaku tempatnya aman, tak pernah kehilangan barang. Padahal, kamar untuk tidur di Pondok Boro tak ada sekat, kecuali lemari yang digunakan untuk menaruh pakaian.
Salah satu penghuni asal Kabupaten Sragen, Sutrisno mengatakan, jika dirinya sudah menghuni Pondok Boro selama puluhan tahun sejak dia masih bujang. Dia memilih Pondok Boro, lantaran biaya untuk menginap di tempat tersebut terbilang murah.
“Ya salah satu alasannya karena biaya untuk menginap sangat murah, hanya Rp 3 ribu per malam,” jelasnya saat ditemui di Pondok Boro, Jumat (2/4/2021).
Penginapan tersebut mayoritas dihuni oleh tukang panggul pasar, pedagang kaki lima, dan driver ojol yang mayoritas datang dari luar kota.
Selain murah, mereka memilih penginapan yang berada di Kawasan Johar Lama, Kampung Sumeneba Nomor 144, Kota Semarang itu, karena lokasinya dekat dengan pasar.
“Di sini kan dekat dengan pasar ya, jadi akses keramaiannya banyak. Dulu lebih ramai sebelum Pasar Johar dibangun lagi,” ujarnya.
Saat menginap di Pondok Boro pertama kali, Sutrisno hanya membayar Rp 300. Namun, semakin taun untuk menginap di Pondok Boro biayanya semakin bertambah.
Meski begitu, tempat tersebut masih menjadi pilihannya, karena lebih murah dibanding lainnya. Selain itu, dia sudah merasa nyaman dan aman untuk menginap di tempat tersebut.
“Dulu itu pernah, 3 ratus rupiah, 5 ratus rupiah, 8 ratus rupiah, seribu rupiah, Rp 2 ribu dan terakhir ini Rp 3 ribu,” ucapnya.
Baca juga : Beberapa Hotel di Semarang Gulung Tikar, dari Sepi Pengunjung Hingga Tak Kuat Bayar Utang
Dengan begitu, ia bisa menyimpan lebih banyak penghasilannya untuk dibawa pulang ke Sragen. Satu minggu sekali, biasanya Sutrisno pulang ke Sragen untuk memberi uang kepada keluarganya.
“Tidak apa-apa tinggal di Pondok Boro, kalau tidak ada tempat ini mungkin gaji saya sudah habis untuk hidup saya sendiri. Tak sempat saya berikan ke keluarga,” imbuhnya.
Editor : Kholistiono

