Sempat Tertunda Karena Ada Masalah Internal, Muscab IBI Kudus Akhirnya Digelar

BETANEWS.ID, KUDUS – Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VIII Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kudus yang sempat tertunda, akhirnya digelar. Dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo, acara tersebut bertujuan untuk memilih ketua baru IBI Kabupaten Kudus.

Saat dimintai keterangan, Hartopo berpesan, agar masalah yang terjadi di IBI Kudus bisa dijadikan cermin, untuk dijadikan pembelajaran di kepengurusan selanjutnya.

“Tentunya banyak yang harus dievalusi, permasalahan kebidanan, bagaimana solusi-solusi yang terbaik,” harapnya, Jumat (19/3/2021).

-Advertisement-
Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VIII Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kudus. Foto: Nila Rustiyani

Baca juga: Disinggung Soal Kapan Dilantik Jadi Bupati, Hartopo : ‘Aku Rung Mikir’

Selain itu, Hartopo melanjutkan, peningkatan kualitas SDM maupun profesi sebagai bidan pun tak luput jadi hal yang harus dilakukan. Memberikan edukasi terkait bagaimana pentingnya masa depan anak, pentinganya pendidikan sebelum menikah, untuk bisa mengurangi angka kematian ibu dan anak, dan tentunya setiap anggota harus tetap kompak dan bergotong royong.

“Siapapun yang terpilih nanti, besok harus sudah mulai kerja, jangan sampai santai. Karena tugas bidan itu sangat kompleks,” harap pemimpin Kota Kretek tersebut.

Di sisi lain, Ketua Panitia Muscab ke-VIII IBI Kudus Sri Wahyuni menjelaskan, mundurnya acara ini disebabkan karena alasan internal dalam kepengurusan IBI. Pihaknya tidak menjelaskan secara pasti masalah apa yang terjadi, ia hanya menyebut bahwa kurangnya komunikasi antar anggota IBI menyebabkan Muscab tidak bisa dilakukan tepat pada waktunya.

“Acara ini sempat tertunda karena ada masalah internal. Kurang komunikasi saja, tapi semuanya sudah terselesaikan,” katanya.

Baca juga: Kawasan City Walk Segera Ditempati PKL, Gunakan Tenda Seragam

Sementara itu, untuk pemilihan ketua baru, pihaknya punya 15 nama calon ketua baru IBI Kudus. Dari belasan nama tersebut, kata Sri, akan diambil 5 untuk dijadikan pengurus harian. Mulai dari Ketua, Sekretaris, hingga Bendahara.

“Untuk perolehan suara nantinya dua per tiga dari seluruh anggota. Jumlah keseluruhan anggota ada sekitar 850 orang. Semuanya punya hak untuk memilih,” jelas perempuan yang sudah menjadi bidan selama puluhan tahun tersebut.

Menanggapi harapan Plt Bupati, para bidan di Kudus kini mulai melakukan beberapa inovasi pelayanan. Salah satunya program Bincang-bincang Remaja Masa Depan Cerah (Bibir Merah) di Puskesmas Ngemplak. Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada para remaja desa pentingnya pendidikan sebelum menikah.

“Peran bidan terutama bidan Puskesmas itu harus lebih fasih memberikan edukasi pra nikah, untuk memberikan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR),” tandas wanita yang juga jadi Kepala Puskesmas Desa Ngemplak itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER