BETANEWS.ID, KUDUS – Sepeda motor, saat ini keberadaannya bisa dibilang sudah merambah semua lapisan masyarakat. Bila zaman dulu kendaraan roda dua tersebut hanya bisa dimiliki segelintir orang yang berkantong tebal, namun saat ini hampir setiap keluarga pasti punya sepeda motor. Bahkan, tak jarang satu keluarga itu punya lebih dari satu unit motor. Tapi hal tersebut tak menyurutkan tekad Kevin Sandra (22) untuk membuka usaha rental motor.
Ditemui di rumahnya, Kevin Sandra yang saat itu sedang mengelap bodi motor yang akan disewa oleh pelanggannya sudi berbagi penjelasan tentang usahanya. Dia mengatakan, meski di zaman sekarang hampir setiap orang sudah memiliki motor, namun usaha persewaan motornya yang diberi nama Dysantrans banyak peminatnya. Bahkan, tak jarang ia harus menolak orderan karena kekurangan armada.
“Peminat orang yang sewa motor banyak banget Mas. Saya ada sembilan motor yang kami sewakan. Setiap hari pasti keluar semua. Motor satu ini baru saja dikembalikan dan sejam lagi akan diambil penyewa berikutnya. Sudah dibooking ini mas,” ujar perempuan yang akrab disapa Kevin kepada Betanews.id, Selasa (29/12/2020).
Baca juga : Bisnis Biro Wisata ke Bali Tertunda Karena Pandemi, Kevin Sukses Rintis Jasa Persewaan Motor
Perempuan yang tinggal di Perumahan Megawon Indah itu mengatakan, pelanggan yang jadi penyewa motor itu dari berbagai kalangan dan kebutuhan. Ada yang menyewa untuk kerja karena motornya lagi dibengkel, untuk mengantar anak ke sekolah dan mereka yang diblacklist sama leasing, sehingga tidak bisa ambil cicilan motor. Ada juga anak muda yang mau main ke rumah ceweknya dan ingin tampil membawa motor keren, ia rela sewa motor di Dysantrans.
“Kalau awalnya usaha sewa motor ini saya tujukan untuk para wisatawan yang berkunjung ke Kudus. Serta mereka yang ditugaskan kerja sementara di Kota Kretek. Namun kenyataannya, pelanggan dari Kudus sendiri banyak banget,” ucapnya.
Dia mengatakan, menyediakan aneka jenis motor dan merk untuk disewakan. Di antaranya motor Suzuki Skywave yang harga sewanya Rp 50 ribu, Mio Soul GT Rp 75 ribu, Honda Beat dan Genio harga sewanya sama yakni Rp 80 ribu. Kemudian ada Scoopy harga sewanya Rp 100 ribu, Vario LED Rp 125 ribu.
Sedangkan, Yamaha Nmax, Honda PCX serta motor trail harga sewa dibanderol sama yakni Rp 150 ribu. Untuk Yamaha XSR 155 harga sewa Rp 175 ribu. Serta Yamaha XMAX dan Vespa matic harga sewanya sama yakni Rp 200 ribu. Harga yang tertera itu untuk estimasi sewa selama 24 jam.
“Harga yang saya sebut itu untuk sewa 24 jam. Namun sewa motor di Dysantrans itu minimal 12 jam. Sedangkan yang paling lama sampai sepekan. Kami tidak melayani sewa bulanan dan harga pas tidak ada tawar menawar,” jelasnya.
Dia mengatakan, penyewa harus mengembalikan motor tepat waktu. Jika telat atau over time, pelanggan dikenakan tambahan biaya sebesar 10 persen dari harga sewa. Bahkan, jika telatnya lebih dari empat jam, tuturnya dendanya lebih besar, yakni sama dengan harga sewa selama 12 jam.
“Jenis dan warna kendaraan tergantung ketersediaan. Kecuali jika pelanggan booking jauh hari, kemungkinan bisa kami usahakan,” ungkap perempuan yang sudah dikaruniai satu anak tersebut.
Baca juga : Awalnya Hanya Dibayar Sebungkus Rokok, Jasa Hias Mahar Hartono Kini Banjir Orderan
Perempuan yang juga punya usaha rental mobil itu menuturkan, dibanding rental mobil, usaha persewaan motor ini lebih menguntungkan. Sebab, modalnya lebih kecil dan peminatnya banyak serta hasilnya tidak mau kalah sama usaha rental mobil. Satu unit mobil sebulan paling menghasilkan Rp 3 juta. Usaha sewa motor, sebulan hasilnya juga sama bahkan terkadang lebih.
“Menurutku usaha sewa motor lebih untung dari mobil. Modalnya juga lebih sedikit. Bicara risiko antara usaha rental mobil dan motor itu sama, yakni kendaraan digadein sama penyewa yang gak bener,” ungkapnya.
Editor : Kholistiono

