BETANEWS.ID, KUDUS – Sekitar satu pekan, warga di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus mengalami kebanjiran. Air yang tak kunjung surut membuat Pemerintah Desa Jati Wetan harus menyiapkan tempat pengungsian. Hingga saat ini, ada 235 rumah yang terendam banjir di desa tersebut.
Muchamad Yakub, Sekretaris Desa Jati Wetan mengungkapkan, meski tempat pengungsian sudah siap secara logistik, tetapi hingga saat ini masih mencari bahan untuk menyekat aula pengungsian tersebut, demi menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga : Banjir Tak Kunjung Surut, Sejumlah Janda dan Lansia di Jati Wetan Sudah Ingin Mengungsi
“Mungkin besok sekatnya akan kami pasang. Kalau dari kardus kami khawatir akan roboh. Jadi ini kami cari opsi lain, yang harganya terjangkau dan lebih kuat,” jelasnya.
Ia membeberkan, hasil koordinasi dengan pihak kecamatan, tidak boleh mengeluarkan anggaran jika belum ada warga yang mengungsi. Hal itu menyebabkan, hingga saat pihaknya masih belum berani mengeluarkan anggaran karena belum ada pengungsi.
“Kami juga dilema, anggaran keluar jika sudah ada pengungsi. Jika tidak ada pengungs ya tidak boleh dikeluarkan anggarannya. Hasil koordinasi dari kecamatan seperti itu,” keluhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jati Wetan Suyitno menambahkan, jika banjir di desanya memang sudah rutin setiap tahun. Sehingga aula di balai desa akan dijadikan tempat pengungsian seperti biasanya.
“Kalau lokasi di sini sudah siap, karena banjir sudah menjadi hal yang rutin setiap tahun. Yang menjadi berbeda di tahun ini masih dalam masa pandemi. Sehingga kami perlu menyiapkan tempat pengungsian dengan protokol kesehatan,” katanya, Senin (14/12/2020).
Menurutnya, hal itu disebabkan genangan air yang tidak bisa surut. Sehingga butuh dipompa terlebih dahulu. Sedangkan pompa di sana masih kurang besar, air yang terpompa dibuang ke Sungi Wulan masih tidak sebanyak air yang masuk ke desa.
Baca juga : Banjir di Desa Jati Wetan Terjang 64 Rumah, Warga Ogah Mengungsi
Meski sudah berhari-hari banjir, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan warga yang hendak memgungsi. Tetapi, imbauan dari Plt Bupati Kudus tentang persiapan tempat pengungsian akan segera ia tindaklanjuti.
“Untuk obat-obatan dan rapid test kami serahkan ke dinas kesehatan. Tempat kami sudah siap, alas dan logistik juga sudah ada. Kurang sekatnya saja,” tambah kades.
Editor : Kholistiono

