BETANEWS.ID, DEMAK – Curah hujan yang tinggi hampir merata di seluruh wilayah Jawa Tengah. Di antaranya adalah Kabupaten Demak, yang pada 9 Desember kemarin juga menggelar pemilihan kepala daerah.
Akibat hujan yang deras itu, air menggenangi pemukiman warga di beberapa daerah. Sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), juga tak luput terkena banjir.
“Di Kecamatan Bonang, setidaknya ada 13 TPS yang tergenang air. Karena memang curah hujan yang tinggi, menyebabkan air masuk ke pemukiman warga,” ujar Abdul Latif (37), Komisioner KPU Demak Divisi Teknis Penyelenggara.

Pria yang akrab disapa Latif itu juga merinci 13 TPS tersebut. Di antaranya, TPS 001, Desa Morodemak, TPS 011, 012, 013, Desa Tridonorejo, TPS 002, 006, 007, 008, 009, 013 dan 014, Desa Purworejo.
Baca juga : Besok, PPK di Demak Serentak Gelar Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara
“Kemudian di Desa Margolinduk, TPS 001 dan Desa Gebang, TPS 009. Masih lancar, tidak ada surat suara yang rusak di sana. Karena sudah sering banjir jadi sudah diantisipasi. Tapi ada dua desa yang sebelumnya tidak terkena banjir, kali ini ikut kebanjiran, disebabkan curah hujan tinggi,” katanya.
Kemudian terkait dengan hasil hitung cepat hasil pemungutan suara, untuk sementara, jika mengacu dari website resmi KPU https://pilkada2020.kpu.go.id, jumlah suara yang masuk hingga saat ini baru 43,61 persen. Atau 962 TPS yang sudah masuk, dari 2.206 keseluruhan TPS di Demak.
“Dari hasil tersebut, paslon nomor urut 01, Eisti’anah dan Ali Makhsun unggul dengan total persentase perolehan suara 60 persen. Sedangkan Paslon nomor urut 2, Mugiyono dan Muhammad Badruddin memperoleh 40 persen,” pungkasnya.
Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan sebelum ada hasil real count dari KPU. Hingga saat ini, dirinya masih mengintruksikan kepada jajaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk segera mengkoordinir jajaran di bawahnya.
Editor : Kholistiono

