Cari Madu Murni dengan Pilihan Lengkap? Ke Toko Madu Murni Dersalam Saja

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi barat Jalan Kampus UMK, sebelah utara SMAN 2 Bae, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, terlihat dua orang sedang berada di toko madu murni. Mereka tampak berbincang-bincang dengan salah satu dari mereka memegang botol madu. Pemegang madu itu adalah Arisandi (40), pemilik toko Madu Murni Dersalam.

Ditemui di sela-sela aktivitasnya, pria yang akrab disapa Sandi itu sudi berbagi cerita tentang usaha yang dirintis sejak 5 November 2020 lalu itu. Dia mulai usaha madu karena terinspirasi dari temannya yang cukup sukses di bisnis serupa. Karena meurut temannya permintaan sedang melonjak, ia pun bertekad untuk mengikuti jejak temannya itu.

Berbagai jenis madu yang dijual Aris di tokonya. Foto: Kaerul Umam.

“Menurut saya, prospek penjualan madu kedepanya bagus. Karena madu bisa menambah kekebalan imun tubuh. Seperti kondisi yang seperti ini, madu sangat cocok dikonsumsi sebagai penambah daya tahan tubuh,” beber warga Jepara tersebut, Selasa (8/12/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Juluki Dirinya Dewa Madu, Tiap 10 Hari Mampu Hasilkan Tiga Kwintal Madu Murni

Sandi mengungkapkan, produk madu yang dijual di tokonya itu beraneka macam. Madu yang ia dapatkan dari daerah Kudus dan Kendal itu meliputi madu karet, madu randu, madu multiflora (aneka macam nektar bunga), madu kopi, madu hitam pahit, royal jelly, propolis, dan sarang madu. Sedangkan madu hutan liar yaitu madu hutan Baduy dan madu hutan Sumbawa.

“Untuk harga berbeda-beda, karena jenisnya juga beda. Madu karet Rp 55 ribu, madu randu Rp 65 ribu, madu multi flora 55 ribu, madu kopi Rp 55 ribu, madu hitam pahit Rp 65 ribu, royal jelly Rp 100 ribu dengan berat 100 gram, propolis Rp 110 ribu dengan berat 100 gram, sarang madu Rp 95 ribu dengan berat 500 gram. Sedangkan, madu hutan baduy Rp 160 ribu dan madu hutan sumbawa Rp 170 ribu dengan berat 600 ml,” jelasnya di toko yang buka mulai pukul 9.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB itu.

Jenis madu yang dijual di tokonya itu dari 2 jenis lebah yaitu apismeilefera adalah jenis lebah ternak dan apisdorsata adalah lebah hutan. Pembeli yang sudah pernah membeli produk madu di toko miliknya itu, orang sekitaran toko dan orang yang melintasi jalan tersebut.

“Pemasaran yang dilakukannya itu hanya di toko dan memposting di sebuah grup Facebook untuk memperkenalkan tokonya kepada masyarakat”, ungkapnya.

Baca juga: Melihat Proses Panen Madu di Desa Dukuhwaringin

Menurut Sandi, selama 1 bulan ini, belum ada kendala dalam penjualan madu. Tempat yang menurutnya strategis itu bisa menjual 1-5  botol madu. Menurutnya, dengan penjualan tersebut sudah bagus untuk pemula. Madu yang paling diminati pembeli yaitu, madu hitam pahit, sarang madu, dan madu multi flora.

“Semoga usaha ini bisa bertambah di kenal oleh masyarakat, bisa diterima, dan disukai oleh masyarakat Kudus,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER