Tiga Hari Diguyur Hujan Deras, Desa Tanjung Karang Terendam Banjir

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa hari ini Kota Kretek dan sekitarnya  diguyur hujan. Curah hujan yang tinggi selama tiga hari ini mengakibatkan banjir di beberapa wilayah. Satu di antaranya merendam Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Pantauan di lapangan, air terlihat menggenangi beberapa gang serta rumah. Beberapa warga yang rumahnya terdampak banjir ada yang berusaha menembok pintu rumah dengan karung berisi tanah, kemudian menguras air yang masuk ke dalam secara manual.

Ditemui di kantornya, Kepala Desa Tanjung Karang, Sumarno (54) mengatakan, banjir yang terjadi di desanya bisa dikatakan banjir musiman. Setiap hujan turun dengan curah tinggi pasti ada genangan di beberapa titik. Menurutnya, hal itu disebabkan pendangkalan yang terjadi di Sungai Gayam dan hujan yang terjadi selama tiga hari berturut-turut ini.

Hujan deras yang mengguyur Kudus beberapa hari ini menyebabkan terjadinya banjir di Desa Tanjung Karang. Foto: Rabu Sipan.

“Banjir ini banjir tahunan, banjir ini terjadi dikarenakan Sungai Gayam mengalami pendangkalan. Akibatnya saat ini ada tiga RW yakni satu, dua, dan tiga yang terjadi banjir serta ada sekitar sembilan rumah yang terendam banjir,” ujar Sumarno kepada Betanews.id, Senin (7/12/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Terjadi Hampir di Seluruh Kecamatan di Kudus

Dia mengatakan, sebagian air selokan dari wilayah Kecamatan Kota dan Jati itu menuju Sungai Wulan melalui Sungai Gayam. Sedangkan Desa Tanjung Karang merupakan desa terakhir yang dilalui air menuju Sungai Gayam.

Sehingga, lanjutnya, saat air tidak lancar mengalir di Sungai Gayam, maka Desa Tanjung Karang akan terjadi banjir di beberapa titik. Sebenarnya selama dua tahun dia sudah mengusulkan ke dinas terkait agar Sungai Gayam itu dinormalisasi. Namun sayangnya, usulan itu belum direalisasikan.

Selain itu, tambahnya, di jembatan bawah jalan proliman Tanjung Karang itu terdapat sampah kayu, bambu sisa proyek pembangunan jembatan. Keberadaanya otomatis menghambat laju arus air yang akan mengalir ke Sungai Gayam. Sedangkan jembatan dan jalan itu merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Selagi problem tersebut tidak teratasi, ada kemungkinan setiap tahunnya ada rumah warga di Desa Tanjung Karang yang terendam banjir,” ungkapnya.

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Tiga Lokasi di Desa Rahtawu Terjadi Longsor

Senada dengan Sumarno, satu di antara warga yang rumahnya kebanjiran yakni Harno mengatakan, banjir yang terjadi memang diakibatkan Sungai Gayam yang sudah sangat dangkal. Akibat pendangkalan itu, setiap curah hujan tinggi rumahnya pasti kebanjiran.

“Hampir setiap tahun rumah saya pasti kebanjiran. Saat ini air yang masuk ke rumah setinggi betis. Biasanya kalau terang lumayan cepat surutnya, tapi banjir saat ini agak lama sebab hujan masih turun,” ujar Harno.

Warga RT 4 RW 1 itu berharap Sungai Gayam yang mengalami pendangkalan itu segara dinormalisai. Sehingga air selokan yang akan menuju ke Sungai Wulan bisa lancar.

“Saya berharap Sungai Gayam segera dikeruk biar air itu lancar dan rumah saya dan warga lainnya tidak terendam saat musim hujan tiba. Semoga hujan itu cepat terang biar banjirnya cepat surut,” harap Harno.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER