BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pekerja tampak memasang granit di jalur pedestrian sebelah utara Jalan Sunan Kudus, Selasa (10/11/2020). Sesekali mereka terlihat memanggil seseorang untuk mengambilkan adonan semen saat sudah habis. Di sisi lain, seorang Pria mengenakan helm dan rompi berwarna merah terlihat sedang memberikan arahan kepada para pekerja itu. Ia adalah Aji Joko Laksono, Pelaksana Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Ditemui di sela-sela mengawasi jalannya proyek, Joko bersedia menjelaskan pembangunan Kudus City Walk yang rencananya selesai awal Desember ini. Menurutnya, konsep pedestrian ini adalah jalur yang ramah untuk pejalan kaki dan kaum difabel.

Saat ini, lanjutnya, proses pengerjaan Kudus City Walk dilakukan dari sisi utara terlebih dahulu. Pekerjaan yang sedang dilakukan adalah pemasangan saluran penangkap, pemasangan granit, dan tiang-tiang di sepanjang jalan.
Baca juga: Dibangun Kudus City Walk, Mulai Malam Ini PKL Pekojan Dipindah
“Jika nanti sisi utara sudah selesai, selanjutnya akan dilanjutkan ke bagian sisi selatan. Sisi utara ditargetkan selesai minggu ini. Sedangkan progres pembangunan sudah 20 persen,” bebernya.
Untuk mengejar targer selesai, proyek yang mempekerjakan 90 orang itu terus dikebut selama sepekan penuh.
“Untuk kendala, pasti ada seperti cuaca saat ini yang sedang musim hujan dan tiang listrik yang miring, tapi sudah selesai semua, sih. Jadi sampai saat ini masih tetap lancar lancar saja,” ungkap Joko.
Baca juga: Minta Kelonggaran Jam Malam, PKL Pekojan: ‘Kalau Dagang Tiga Jam Kami Kesulitan’
Di sisi lain, Plt Bupati Kudus Hartopo mengaku selalu mengecek progres pengerjaan Kudus City Walk. Mulai dari pasir, semen, dan barang-barang lainya yang berkualitas. Lalu juga mengecek apakah selama pekerjannya menganggu akses warga atau tidak.
“Setiap malam saya selalu mengecek di sini dan memastikan juga bertanya sama warga apakah terganggu atau tidak selama pengerjaan City Walk. Ya, memang kalau ingin bagus kan harus jelek dulu,” tukas Hartopo.
Editor: Ahmad Muhlisin

