BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang pembeli terlihat sedang memilih semangka di sebuah lapak yang berada di tepi jalan Babalan-Prawoto masuk Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Setelah menemukan buah yang diinginkan, mereka kemudian menyerahkannya kepada seorang wanita yang duduk menunggu di dekat timbangan. Wanita tersebut adalah Lastri (26), pemilik Lapak Semangka Mas Mad.
Saat melayani pembeli, Lastri berbagi tips memilih semangka yang matang agar tak menyesal ketika sampai rumah. Menurutnya, semangka yang matang itu bisa diamati dengan dua cara, yaitu melihat corak dan bunyi semangka ketika ditepuk. Dua cara tersebut, kata Lastri, sebenarnya sudah lazim dilakukan banyak orang saat membeli buah berwarna hijau itu.

“Semangka yang matang akan terlihat mulus dan corak dari semangka tersebut kelihatan lebih jelas. Sedangkan kalau ditepuk, apabila semangka berbunyi ting ting, bisa dipastikan semangka tersebut matang. Jika berbunyi mbek mbek, maka semangka tersebut kematangan alias sudah agak busuk,” beber Lastri kepada betanews.id, Senin (19/10/2020).
Baca juga: Nekat Jual Motor untuk Modal, Lastri Kini Sukses Jual Semangka yang Laku 3,5 Ton Sehari
Di lapaknya itu, Lastri menjual semangka dengan ukuran berbeda-beda. Ukuran 2 kilogram ke atas dikatagorikan semangka kelas A, ukuran 1 kilogram hingga 2 kilogram masuk kelas B, dan ukuran 1 kilogram ke bawah jadi kelas C.
Lastri menambahkan, karena jualan semangka adalah musiman, dalam setahun dirinya hanya bisa membuka lapaknya dua kali atau di musim kemarau. Saat musim hujan dan persediaan semangka menipis, ia memilih tidak jualan lantaran peminatnya sedikit.
“Pada saat harga semangka murah seperti saat ini, kebanyakan pelapak bisa mengambil langsung ke petani dalam jumlah besar, untuk persediaan sendiri. Tapi lebih menguntungkan jika harga semangka mahal, para pelapak yang tidak bisa mengambil dalam jumlah besar ke petani, maka akan mengambil ke pelapak yang bisa menyuplai semangka dalam jumlah besar,” tutur Lastri.
Baca juga: Tamasya Sambil Belajar Berkebun Buah Naga di Hutan Naga Organik
Harga di lapak yang buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB itu juga tak menentu. Soalnya, kata Lastri harga semangka memang tidak stabil karena pengaruh cuaca dan minat dari pembeli. Untuk sekarang harga semangka ditaksir Rp 4 ribu per kilogram.
“Saya berharap semoga bisnis ini kedepannya bisa berkembang dengan begitu bisa memperbaiki lapak yang lebih bagus dan bisa membeli mobil yang bisa dibuat setoran ke bakul-bakul,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

