31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Sangat Ekonomis, Omah Sabun Bisa Jadi Jujugan Kebutuhan Sabun Rumah Tangga

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sedang sibuk mengisi cairan parfum pelicin ke dalam botol. Setelah takarannya sesuai pesanan, ia kemudian menutup botol itu dan membungkusnya dengan plastik utnuk diberikan kepada pembeli. Di sisi lain, pria satunya yang menggunakan kaus oblong berwarna putih sedang duduk di kursi. Dia adalah Johanes Handianto (33), Pemilik Toko Omah Sabun Berkah Dalem.

Toko yang berada di Jalan Kudus-Purwodadi, Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu menjual berbagai macam jenis parfum. Di antaranya meliputi, deterjen liquid, pencuci piring, sabun cuci tangan, karbol, pelicin pakaian, pembersih keramik, sampo mobil, semir ban, hand sanitizer, pemutih pakaian, parfum laundry super, dan softener.

Karyawan Omah Sabun Berkah Dalem sedang mengisi botol parfum laundry. Foto: Kaerul Umam.

“Saya mematok harga parfum dengan sangat ekonomis dan bisa dikatakan murah. Mulai dari yang ukuran 350 ml mulai Rp 5.000 hingga Rp 12.500, 600 ml mulai dari Rp 8.000 hingga Rp 21.000, 1,5 liter mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 46.000, 5 liter mulai dari Rp 45.000 hingga Rp 140.000, sedangkan 20 liter mulai dari Rp 152.000 hingga Rp 540.000,” beber Johan kepada betanews.id, Jumat (9/10/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Pandemi, Penjualan Sabun Cuci Tangan di MCK Smile Mart Naik Tiga Kali Lipat

Johan mengungkapkan, awal mula dirinya merintis usaha tersebut pada 1 September 2020, terinspirasi saat dirinya lewat di Jalan Kudus-Purwodadi. Di sepanjang jalan tersebut, ada banyak orang yang membuka usaha laundry dan belum ada orang yang memiliki usaha penjualan parfumnya. Dari situlah, Johan berpikir untuk membuat usaha penjualan parfum laundry.

Kebanyakan orang yang datang untuk membeli parfum di toko yang buka mulai pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB tersebut merupakan warga sekitar. Ada juga pembeli dari Kabupaten Pati yang tidak sengaja melihat pada saat lewat di jalan tersebut.

“Untuk pemasaran yang kami lakukan saat ini, lewat media sosial seperti, Facebook, Instagram, dan melalui WhatsApp. Saya juga memberikan upah tambahan kepada karyawan, jika memang bisa menjualkan parfum-parfum ini,” ujar warga Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tersebut.

Baca juga: MCK Smile Mart, Pusat Pembersih Perabot Rumah Tangga Terlengkap di Kudus

Johan menambahkan, selama ini usaha yang dirintis tersebut belum mengalami kendala. Dalam sehari usahanya tersebut bisa menjual dua liter hingga lima liter parfum.

“Saya berharap semoga usaha ini bisa berkembang, agar bisa membantu memberi kerja orang-orang yang membutuhkan pekerjaan,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER