BETANEWS.ID, KUDUS – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus melakukan skrining massal kepada semua pegawai yang berada di Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kudus. Skrining tersebut dilakukan kepada seluruh pegawai, baik Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Honorer Daerah (PHD) maupun tenaga kontrak.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus, Andini Aridewi menuturkan, pihaknya melakukan skrining massal setelah ada kasus satu ASN yang meninggal terkonfirmasi positif Covid-19. Menurutnya, skrining tersebut dilakukan sejak Kamis (24/9/2020) hingga Senin (28/9/2020).
“Hasil semua belum keluar. Namun ada yang positif,” tuturnya, saat dikonfirmasi lewat telepon, Senin (28/9/2020).
Baca juga : Antisipasi Klaster Perkantoran, Hartopo: ‘Seluruh Pegawai Kantor Sekda WFH Seminggu’
Dia memberitahukan, total keseluruhan pegawai yang berasal dari traking klaster perkantoran Pemkab Kudus terkonfirmasi positif Covid-19 yakni berjumlah 13 orang. Menurutnya, hasil tersebut belum keseluruhan, mengingat terdapat tiga gedung di pemkab yang seluruh pegawainya belum dites swab.
Andini menjelaskan, 13 orang yang terkonfirmasi positif yakni hasil swab sementara yang dilakukan Kamis (24/9/2020) hingga Senin (28/9/2020). Menurutnya, jika ditambah dengan satu ASN yang meninggal dan satu lagi ASN yang terkonfirmasi positif Covid-19 namun di luar traking, berarti jumlah keseluruhan pegawai Pemkab yang saat ini terkonfirmasi positif yakni 15 orang.
“Dengan tambahan satu meninggal dan satu kasus baru (di luar traking) berarti 15 orang (terkonfirmasi positif Covid-19),” terangnya.
Menurut Andini, untuk jumlah pegawai yang dites swab yakni hari Jumat (25/9/2020) yakni 81 orang, Sabtu (26/9/2020) sejumlah 96 orang dan Senin (28/9/2020) sebanyak 219 orang. Kegiatan tes swab dilakukan di dua tempat, yakni ruangan lantai 4 Setda Kudus dan di Gedung Laboratorium Daerah Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus.
Baca juga : Ada Pegawai Positif Covid-19, Ruangan di Kantor Bupati Kudus Disemprot Disinfektan
Andini memberitahukan, untuk keseluruhan pegawai pemkab yang terkonfirmasi positif Covid-19 keseluruhan menjalani isolasi mandiri di rumah. Menurutnya, pasien dalam kondisi baik dan tidak memiliki gejala serta penyakit penyerta.
“Mereka OTG (orang tanpa gejala) jadi mereka kami sarankan untuk isolasi mandiri. Tentu mereka selalu dipantau oleh puskesmas terdekat,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

