BETANEWS.ID, PURWOREJO – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bakal menggelontorkan anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk sektor pertanian dan perikanan. Bidang tersebut dianggap bisa jadi salah satu tumpuan perekonomian selama pandemi, lantaran di triwulan kuartal kedua tahun ini, pertumbuhannya di Jateng mencapai 2,15 persen.
“Hasil dari APBD perubahan setidaknya pada sektor yang membutuhkan perhatian khusus seperti pertanian, perikanan itu juga mendapat porsi yang bagus,” kata Ganjar saat rapat virtual evaluasi penanganan COVID-19 dengan Presiden Joko Widodo, Selasa (1/9/2020).

Selain bantuan tersebut, Ganjar juga telah membuka kran bantuan keuangan untuk pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah desa sebesar Rp 2 triliun. Mulanya, bantuan keuangan tersebut sempat Ganjar tahan sebagai langkah antisipatif jika kondisi pandemi di luar kendali.
Baca juga: Ganjar Tambah Anggaran untuk Petani, Peternak, dan Nelayan, Ini Besarannya
“Ternyata sampai hari ini masih terkontrol, maka kita genjot dengan cara mengucurkan Bankeu dengan cara padat karya,” kata Ganjar.
Dengan dikeluarkannya jurus-jurus tersebut, lanjut Ganjar, pertumbuhan ekonomi di triwulan ketiga diharapkan kembali naik. Kalau kemarin Jawa Tengah minus 5,9, Ganjar berharap tren negatifnya bisa turun mendekati nol, syukur-syukur bisa positif.
“Selain cara-cara itu, aktivitas setiap sektoral kita minta untuk melihat situasi secara proaktif. Setiap dua hari sekali semua dinas melaporkan terus menerus pada sisi sektornya,” tandas Ganjar.
Baca juga: Hadapi Resesi, Ganjar Lebih Pilih Beri Stimulus UMKM, Ternyata Ini Alasannya
Ganjar mengatakan, selain sektor perekonomian yang jadi bahan evaluasi Presiden adalah aspek kesehatan serta pengawalan program Pemerintah Pusat, khususnya yang berkaitan dengan penyaluran bantuan, baik untuk tenaga kerja, subsidi penghasilan, ataupun untuk UMKM.
“Presiden juga minta dilakukan tes rutin dan sosialisasi terus menerus sehingga targetnya bisa tercapai. Untuk Jawa Tengah akan terus kita dorong karena masih di bawah target. Dari target 4.900an kita masih di angka 3 ribuan. Itu karena reagennya agak telat. Nah kita juga sudah minta Pemkab dan Pemkot untuk mencapai target di wilayah masing-masing,” tukas Ganjar.
Editor: Ahmad Muhlisin

