31 C
Kudus
Sabtu, Februari 21, 2026

Disabilitas Tak Halangi Rubiatun Beri Manfaat untuk Masyarakat Jateng

BETANEWS.ID, PATI – Rubiatun (38) terlihat begitu semangat menyelesaikan pembuatan pelindung wajah (face shield) di Kantor Sekretariat lama Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Pati. Ibu rumah tangga yang memiliki kekurangan cacat pada kakinya itu masih tetap survive di masa pandemi. Dia dengan telaten mengerjakan pesanan face shield dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu.

Hari itu, Rubiatun datang ke kantor yang berada di Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, dengan sepeda motornya yang sudah dimodifikasi roda tiga. Warga Desa Tambahrejo Kecamatan Pati Kota itu tidak menyerah meski kedua kakinya tidak berfungsi normal. Meski untuk berjalan saja, ia harus merangkak.

Rubiatun dan penyandang disabilitas lain di Pati sedang mengerjakan pesanan face shield dari Pemprov Jateng. Foto: Ist.

“Iya, ini membuat face shield pesanan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Saya membuatnya di sini,” ujarnya Senin (24/8/2020).

-Advertisement-

Jarak tempuh rumahnya menuju lokasi membutuhkan sekitar 10 menit. Meski kondisi fisiknya tidak normal, ia tetap bersemangat.

“Tidak jauh, hanya 10 menit dari rumah ke sini,” imbuh wanita yang dikaruniai satu anak kelas empat SD itu.

Baca juga: Inspiratif, Pasangan Difabel Ini Pilih Usaha Jahit Agar Tak Bergantung Orang Lain

Pekerjaan suaminya yang jadi penjual es keliling, mengharuskannya untuk mencari penghasilan lain. Makanya, Rubiatun mengaku senang karena merasa mendapat perhatian dari pemerintah. Menurutnya, kaum disabilitas dapat berperan sebagaimana orang normal lainnya.

“Kami berharap orang-orang seperti saya mendapat tempat yang layak seperti yang lainnya. Saya senang bisa mengerjakan pesanan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, jadinya ada masukan buat keluarga,” ungkapnya.

Ketua PPDI Kabupaten Pati, Suratno menuturkan, pesanan face shield dari Pemerintah Provindi Jawa Tengah itu ada sebanyak 3.500 biji. Masing-masing 2.000 buah ukuran dewasa dan 1.500 ukuran anak-anak.

“Total pesanan 3.500 face shield. Per biji harga kerja Rp 2.750. Untuk bahan sudah dari provinsi. Ini dikerjakan dua tim, dengan jumlah total 20 orang. Kalau anggota PPDI Pati sendiri ada sekitar 243 orang,” paparnya.

Baca juga: Perusahaan Ini Pindah dari Tiongkok ke Jateng Gegara Ganjar, Siap Serap 3.500 Pekerja

Menurutnya, Ini adalah kali kedua Pemprov jateng bekerjasama dengan PPDI Kabupaten Pati. Sebelumnya sudah pernah pesan 1.500 masker.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah, Retno Sudewi menuturkan, selain kelompok disabilitas, pihaknya juga memberdayakan perempuan rentan dengan kriteria perempuan KK, disabilitas, perempuan migran, perempuan korban kekerasan, HIV/AIDS, dan kader PKK. Dari total 15.374 orang, ada sekitar 561 orang (4%) diberdayakan untuk membuat face shield. Jumlah face shield yang diproduksi adalah 2.252.500 biji.

“Di 35 kabupaten/kota dibentuk kelompok masing-masing 10-15 orang dan bukan penjahit. Tidak murni disabilitas, tergantung masing-masing kabupaten/kota. Untuk PKK jadi satu mayoritas korban kekerasan 3-4 persen, dominan perempuan KK dan kader PKK sekitar 80-90 persen,” ujarnya.

Sejauh ini, di Jateng sudah ada 1.325 kelompok yang diberdayakan. Sedangkan paketnya per kelompok, ada 10 sampai 15 orang. Tujuannya adalah memberikan mereka tambahan penghasilan.

“Mereka membuat masker dengan honor pengerjaan Rp 3.000 per biji. Dan setiap kelompok mendapat jatah 1.500 masker, jadi total mendapat Rp 4,5 juta. Face shield Rp 2.750 per biji, per kelompok 1.700 face shield, total Rp  4.675.000 per kelompok,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER