BETANEWS.ID, KUDUS – Sholikin pagi itu sudah sibuk dengan aneka dagangan maskernya. Di atas trotoar depan Pasar Jember, Kabupaten Kudus, ia mulai menjajakan barang yang diburu selama pandemi itu mulai pukul 09.00 sampai 21.00 WIB. Dagangan tersebut dipajangnya di sebuah papan agar bisa dilihat orang yang lewat.
Di sela aktivitasnya melayani pembeli, Sholikin pun sudi berbagi informasi tentang pendapatannya berjualan masker di tepi jalan. Dalam sehari, dia mampu menjual ratusan masker.

“Hasilnya tidak tentu, tapi lumayan, lah. Bahkan saya pernah dapat omzet Rp 3,5 juta sehari,” ujar Sholikin kepada Betanews.id, Kamis (16/7/2020).
Pria yang dulunya berjualan guci dan vas bunga itu membeberkan, omzet dengan jumlah fantastis itu hanya didapatkan sekali saja, yakni saat hari pertama jualan. Tepatnya sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri.
Baca juga: Permintaan Meningkat, Ulil Bisa Jual Ratusan Lusin Masker Scuba Tiap Hari
Menurutnya, saat itu yang jualan masker di Kudus masih jarang. Sedangkan yang butuh masker banyak. Setelah hari itu dan dengan berjalannya waktu omzetnya terus turun. Saat ini dalam sehari ia hanya bisa meraup omzet antara Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu.
“Sebenarnya omzet tidak tentu. Terkadang bisa lebih dari yang saya sebutkan, tapi juga pas hujan nilai omzet bisa lebih sedikit,” ungkap pria yang sudah dikaruniai satu anak itu.
Setiap hari, Sholikin menjajakan masker sponge bond dan scuba. Untuk sponge bond dia menjual Rp 5 ribu dan Rp 8 ribu, tergantung tebal dan tipisnya masker. Sedangkan untuk scuba, dijual dengan harga Rp 8 ribu dan Rp 15 ribu dapat dua. Sedangkan masker scuba karakter dan masker scuba hijab dijual Rp 15 ribu. Selain itu ada juga masker anak-anak.
“Selain eceran, saya juga melayani pembelian grosir. Pelanggan bisa pesan model dan karakter sesuai keinginan,” katanya.
Baca juga: Hijab Masker Produksi Rumah Jilbab Laku Keras di Pasaran
Dia berharap pandemi Corona segera hilang, agar event-event besar boleh diadakan lagi. Karena menurutnya, ia lebih memilih berjualan guci dan vas bunga yang sudah jadi pekerjaanya selama bertahun-tahun.
“Kalau nanti ada event-event besar saya akan jualan guci dan vas bunga lagi. Namun, saya juga akan tetap berjualan masker, sebab masker ke depan akan tetap dibutuhkan,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

