31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Desa Kandangmas, Pusat Produksi Gula Kawur di Kudus Sejak 30 Tahun Lalu

BETANEWS.ID, KUDUS – Gunungan ampas tebu tampak memenuhi bangunan semi permanen di area persawahan masuk Dukuh Masin, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Seorang pekerja terlihat menggiling beberapa batang tebu yang tertumpuk di belakangnya.

Sementara beberapa pekerja lain yang kesemuanya laki-laki, berada di bangunan sebelahnya. Mereka sedang mengolah sari tebu tersebut dan merebusnya di panci-panci besar hingga mengental.

Seorang pekerja sedang menggiling tebu untuk dijadikan gula kawur di Desa Kandangmas, Sabtu (4/7/2020). Foto: Titis Widjayanti.

Hal sama juga dikerjakan Kamto (30). Raut wajahnya tampak serius mengaduk-aduk sari tebu yang direbus. Suara bising diesel penggilingan tebu seperti sudah jadi teman hariannya selama bekerja di salah satu pusat pembuatan gula kawur atau gula merah di Kudus itu.

-Advertisement-

Dia mengatakan, area tersebut memang jadi pusat pembuatan gula kawur, utamanya di daerah Kudus. Sehingga tidak heran jika hingga saat ini ada sekitar 80 pabrik pembuatan gula kawur di tempat tersebut. Usaha pembuatan gula di tempat tersebut, bahkan sudah ada sejak hampir 30 tahun silam.

Baca juga: Melihat Pembuatan Gula Tumbu di Gondangmanis Kudus

“Kalau di sini terkenalnya memang pusat pembuatan gula merah kawur. Dulu namanya gula tumbu, tapi karena sekarang pengemasannya pakai karung, jadinya namanya gula kawur,” papar Kamto, Sabtu (4/7/2020).

Dulunya, lanjut Kamto, penggilingan tebu menggunakan tenaga sapi. Baru beberapa tahun terakhir ini menggunakan mesin penggilingan tebu yang lebih modern dan tentunya mempengaruhi hasil produksi.

“Untuk saat ini, sehari bisa memproduksi sekitar 1 ton gula merah. Dan sudah ada pengepul yang nantinya mengedarkan gula kawur ke pembeli langganan mereka,” beber Kamto.

Menurut Kamto, ciri khas gula kawur di tempatnya adalah produksinya memakai bumbu batu kapur yang dicampur air, supaya agak mengeras bentuknya. Untuk prosesnya sendiri, Kamto katakan cukup simpel. Yakni sari tebu dari penggilingan direbus di tungku. Tahapannya harus melalui lima tungku yang setiap satu jamnya di pindah dari satu tungku ke tungku selanjutnya.

Baca juga: Saking Larisnya, Siswanto Hanya Mampu Layani 400 Keranjang Kolak Gudang Sehari

“Kalau tahapnya cuma itu. Tapi per tungku kan tingkat kekentalan atau menyebutnya sari tebunya ketuaannya berbeda. Jadi dipindah-pindah. Prosesnya sendiri sekitar satu jam lebih. Setelah dari tungku kelima nanti kalu sudah benar-benar matang, ya siap untuk diangkat ke loyang besar,” papar dia.

Menurutnya, tingkat kemanisan gula kawur juga berbeda tergantung musim. Ketika musim penghujan, biasanya tebunya itu kurang manis, jadi gula yang dihasilkan juga kurang manis.

“Tapi kalau musim kemarau, sari tebu yang dihasilkan cukup manis sehingga gula yang diproduksi pun menjadi manis,” tukas Kamto.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER