Sulap Sabut Kelapa Jadi Pot Cantik, Chalim Kewalahan Terima Orderan

BETANEWS.ID, KUDUS – Tiga orang pria terlihat sibuk di sebuah rumah di tepi selatan Jalan KH Turaichan Adjhuri, Desa Langgardalem, Kecamatan Kota Kudus. Bertempat di pekarangan samping rumah bernomor 285 itu, mereka sedang mengurai tali terbuat dari sabut kelapa. Satu di antara pria tersebut adalah Achmad Abdul Chalim (40) pembuat aneka kerajinan dari sabut kelapa.

Di sela kesibukannya, pria yang akrab disapa Chalim itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Di menuturkan, mulai mengolah limbah sabut kelapa menjadi aneka barang dan kerajinan bernilai jual tinggi baru beberapa bulan yang lalu. Menurutnya, hal itu terjadi karena keadaan yang menimpanya.

Pot bunga berbahan sabut kelapa ciptaan Abdul Chalim. Foto: Rabu Sipan.

“Sebelumnya, saya itu punya usaha jual beli motor dan mobil. Namun sayangnya, usaha yang saya tekuni sejak 10 tahun terakhir itu sepi dan membuatku rugi,” ujar Chalim kepada Betanews.id, Rabu (8/7/2020).

-Advertisement-

Padahal, tuturnya, usaha jual beli motor dan mobilnya itu sempat mengalami kejayaan. Bahkan sejak tahun 1998, ia bisa menjual empat unit motor setiap harinya. Tapi memang jalan hidup tidak ada yang tahu, Bulan Desember 2019 dia mengalami kerugian yang mengakibatkan usaha jual beli motornya berhenti total.

Baca juga: Bunga Adenium di Pondok Bunga Ambar Banyak Diminati Bapak-Bapak

“Sejak saat itu saya menganggur. Makin pusing lagi pada tahun 2020 ada pandemi Corona,” ujar pria yang dikaruniai satu anak tersebut.

Sewaktu ada Corona itu, ia mengaku tabungannya sudah menipis. Di tengah pandemi itu pun dia berpikir keras membuat sesuatu yang laku dijual. Sesuatu yang beda sehingga diminati banyak orang. Dari situ dia menemukan ide untuk membuat pot dari sabut kelapa.

Pikirnya saat itu banyak orang di rumah saja. Saat aktivitas di rumah itu pasti banyak orang mengalami kejenuhan sehingga akan cari hiburan atau kegiatan. Satu di antaranya dengan cara mengganti pot tanamannya.

Dia pun kemudian mulai membuat pot dari sabut kelapa. Namun, ternyata tak semudah yang dipikirnya. Ia harus mengalami kegagalan hingga 10 kali untuk membuat pot sabut kelapa yang layak dijual. Saat pot sudah jadi, ia mengaku langsung mempostingnya di marketplace punyanya Facebook.

“Saya bersyukur, sekali posting langsung banyak yang respon dan langsung ada pesanan. Bahkan pesanan mengalir terus hingga sekarang,” ungkapnya.

Baca juga: Berawal dari Hobi, Kini Ida Bisa Jual Seribuan Kaktus dalam Sepekan

Dia menuturkan, pot yang didesainnya secara unik, nyentrik, serta klasik itu dijual Rp 20 ribu. Sedangkan yang berbentuk kerucut besar dibanderolnya Rp 23 ribu.

Dengan harga tersebut, ia mengaku mampu menjual lebih dari 50 pot sehari. Menurutnya, permintaan pot dari sabut kelapa banyak sekali. Namun dia mengakui, masih terkendala di produksi sehingga pelanggan yang memesan harus pre order empat hari sebelumnya.

“Pesanan banyak banget ini. Saya sampai kewalahan. Pesanan datang tidak hanya dari Kudus saja tapi juga dari luar kota. Bahkan saya setiap hari itu selalu begadang sampai pukul 03.00 WIB untuk menyelesaikan pesanan para pelanggan,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER