Sandys Silva, Instruktur Salsation Pertama di Jawa Tengah

BETANEWS.ID, KUDUS – Sandys Silva (28) seperti tak pernah kehabisan tenaga. Gerakannya yang energik, tampak menular ke puluhan orang yang berada di belakangnya. Dia juga terlihat telaten mengajari beberapa peserta yang belum begitu mahir melakukan gerakan yang diajarkannya. Shely, panggilan akrabnya merupakan instruktur salsation di Centro Fitness sejak Juli 2018.

Seusai memimpin kelas, Shely bersedia menceritakan perjalannya mempelajari salsation yang menjadikannya instrusktur pertama di Jawa Tengah. Dia mempelajari salah satu jenis dance fitness itu mulai 2018. Diakuinya, sebelum ini dia memang sudah menyukai berbagai dance fitness lain seperti aerobik dan zumba. Hingga akhirnya jatuh hati terhadap salsation yang berasal dari Venezuela tersebut.

Sandys Silva sedang memandu peserta kelas Salsation di Centro Fitness, Jumat (19/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

“Salsation pertama kali masuk ke Indonesia sekitar tahun 2016. Saya yang sebelumnya sudah mengawali masuk ke aerobik dan zumba, akhirnya mengambil lisensi salsation instruktur pada April 2018 di Bali,” ungkapnya saat ditemui di Centro Fitness di Jalan Kutilang Nomor 3A, Magersari, Desa Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus, Jumat (19/6/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Salsation Bisa Jadi Solusi Hidup Sehat dan Cantik Luar Dalam

Setelah dapat lisensi itu, Shely mengaku tidak langsung membuka kelas. Lebih dulu, dia mengumpulkan keberanian dan mental untuk mengenalkan salsation. Hingga akhirnya, pada Juli 2018 mulai membuka kelas di Centro Fitness.

“Saya adalah salsation instruktur pertama di Jawa Tengah. Jadi memang saya yang mengawali. Meskipun memang tidak mudah, ya. Awal membuka kelas pada Juli 2018 itu member saya baru dua, tiga, empat, seperti itu,” ungkap wanita berambut keriting itu.

Shely menceritakan, proses pengenalan salsation kepada member memang tidak berjalan mulus. Banyak mamber yang keluar masuk karena menganggap salsation bukan termasuk fitness. Menurut mereka, gerakannya sangat berbeda jika dibandingkan dengan senam lain, seperti aerobik.

“Karena memang salsation adalah dance fitness yang mengedepankan panghayatan pada lagu dan lirik, jadi gerakannya menyesuaikan itu. Basicnya adalah body isolation, untuk melenturkan tubuh. Dari bagian dada sampai pinggul dan tubuh ke bawah,” katanya.

Baca juga: Zumba, Olahraga Ringan dengan Banyak Manfaat Kesehatan

Meskipun begitu, ia masih tetap mencoba membuka kelas hingga akhirnya sekarang memiliki sekitar 30 member lebih di setiap kelas. Tak hanya itu, berkat kepopuleran salsation, di Kudus sekarang sudah ada tambahan dua instruktur. Dua orang tersebut dulunya merupakan member kelas asuhan shely.

“Kalau untuk kelas saat ini membernya beragam. Misal kelas pagi itu biasanya ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Lalu sore dan malam biasanya para pekerja yang suntuk dengan kerjaannya. Untuk merefreshing dirinya. Lalu pernah juga diundang di perusahaan-perusahaan juga,” tukas Shely.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER