BETANEWS.ID, KUDUS – Sebuah etalase penuh dengan obat hewan terlihat di ruang Kasi Produksi dan Kesehatan Hewan, di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus. Seorang mengenakan masker bermotif kotak-kotak warna hitam putih membuka etalase tersebut. Sambil menunjukan isi obat hewan yang ada di sana, dia berbagi tips memilih hewan yang layak untuk kurban.
Menurut Sidi Pramono (53), Kasi Produksi dan Kesehatan Hewan, memilih hewan untuk kurban harus memenuhi syarat. Yang pertama sehat. Hal itu bisa dilihat dari matanya yang jernih, telinga tidak dingin saat dipegang, postur tubuh proposional dan bulu mengkilat.
Baca juga : Stok Hewan Kurban di Kudus Aman, Dinas Pertanian Intens Turun ke Lapangan
“Kemudian berumur, dilihat dari gigi. Giginya berwarna kekuningan, tidak putih bersih, dan sudah ganti gigi (poel). Biasanya yang giginya putih masih bersih itu usianya masih muda, belum ada satu tahun,” jelasnya kepada betanews.id, Kamis (25/6/2020).
Pria yang akrab disapa Sidi itu juga menambahkan, jika bulu kambing atau sapi berdiri sudah bisa dipastikan kalau hewan tersebut cacingan. Sedangkan untuk postur tubuh hewan tidak bisa menjadi patokan. Karena ada hewan yang masih muda tetapi perkembangan tubuhnya bagus sehingga cepat besar.
“Kadang ada hewan yang belum berumur tetapi sudah besar. Jadi postur hewan tidak bisa jadi patokan, jadi harus jeli dalam mengecek. Biasanya di masjid-masjid sudah punya langganan dan sudah biasa memilih. Sekarang sudah pada pinter,” terangnya.
Baca juga : Pemotongan Hewan Kurban di Kudus Wajib Terapkan Protokol Kesehatan
Menurutnya, pedagang saat ini sudah baik. Ketika ada pedagang yang curang, tentu akan mencoreng namanya sendiri. Dan ke depan tidak menjadi rujukan bagi konsumen.
“Kalau ada pedagang yang curang tentu akan mencoreng namanya sendiri. Jadi ke depan warga tidak membeli di sana lagi. Kami juga sudah memberi pembinaan agar tidak berlaku curang dalam menjual hewan,” tambahnya.
Dia juga berpesan kepada warga jika ingin hendak membeli hewan untuk kurban tetap harus waspada dan perlu jeli saat memilih. Hal itu untuk meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Editor : Kholistiono

