Lebih Hemat, Rokok Tingwe di Ko-Mbako Ednik Makin Diminati

BETANEWS.ID, KUDUS – Anik Rofi’ani (38) terlihat sedang membungkus tembakau di Toko Ko-Mbako Ednik yang berada di samping Gerbang Gang 11 Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jumat (29/5/2020). Di depannya, dua orang pria tampak menunggu sambil memberikan sejumlah uang untuk menebus bahan utama untuk merokok ngelinting dewe atau tingwe.

Setelah melayani pembeli, Anik kembali duduk di tempatnya sambil bercerita awal merintis toko tembakau yang baru dibuka Januari lalu itu. Menurutnya, ide pembukaan toko bermula dari kegelisahan suaminya yang mendapati harga rokok semakin mahal.

Anik Rofi’ani sedang memilih tembakau yang dibeli pelanggan di Ko-Mbako Ednik, JUmat (29/5/2020). Foto: Titis Widjayanti.

“Kalau ide sebenarnya karena suami saya sendiri adalah perokok berat. Dulu, setiap hari bisa habis dua bungkus. Terus akhir tahun 2019, kan juga ada isu harga rokok naik. Nah, akhirnya kami sering survei tembakau ke berbagai daerah tempat produsen tembakau. Dari sana kami mencoba membuka usaha ini,” papar Anik.

-Advertisement-

Baca juga: Di Ko-Mbako Ednik, Anda Bisa Coba Tembakau dari Aceh Hingga Madura

Faktor lain yang membuatnya mantap jualan tembakau adalah lingkungan sekitar yang kebanyakan adalah perokok. Baginya, hal itu bisa sebagai alternatif bagi para pecinta rokok di tengah harga rokok yang semakin mahal. Apalagi, kebanyakan dari mereka mayoritas petani dan buruh.

“Dari sana saya melihat peluang sekaligus berharap bisa menjadi pilihan alternatif dengan toko tembakau. Tentunya para perokok akan lebih hemat. Selain itu, saya juga berpikir bagaimana jika memanfaatkan produk petani tembakau langsung untuk kesejahteraan mereka,” papar wanita berjilbab itu.

Ibu dari tiga anak tersebut mengatakan, meskipun tidak mempromosikan dagangan melalui internet, tapi pelanggannya semakin hari semakin ramai. Utamanya adalah para lelaki di sekitar desanya.

“Toko kami juga semakin dikenal karena berbagai varian tembakau yang disediakan. Apalagi, kami mendatangkannya dari berbagai daerah mulai dari Aceh, Jawa, dan Madura,” ungkap Anik.

Baca juga: Sepi Orderan, Driver Taksi Online Ini Banting Stir Rintis Usaha Tahu Walik

Selain itu, harga tembakau di Ko-Mbako Ednik juga cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp 6 ribu hingga Rp 80 ribu tergantung jenis dan varian. Yang paling mahal adalah tembakau jenis cangklong. Sedangkan jenis mole dan giling harganya bervariasi.

“Untuk kemasan juga berbeda-beda ukurannya. Pokonya di sini lengkap. Pelanggan tinggal pilih,” pungkas Anik.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER