BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi selatan Jalan Dewi Sartika, Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus tampak ratusan mobil berjejer rapi. Mobil dengan berbagai model dan merek itu terlihat masih kinclong. Di antara mobil tersebut tiga orang pria sedang mengobrol. Tempat tersebut yakni Bursa Mobil Bekas Kudus.
Karyawan di dealer Bursa Mobil Bekas Kudus Nur Sa’di (55) menuturkan, sejak ada pandemi covid-19, penjualan mobil turun drastis. Menurutnya, penurunan itu menyentuh lebih dari 50 persen.

“Walah, sejak ada Corona penjualan mobil turun drastis. Sepi jarang ada yang datang, apalagi beli mobil,” ujar pria yang akrab disapa Sa’di, Rabu (20/5/2020).
Warga Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus itu menambahkan, sebelum ada pandemi, penjualan mobil bekas di tempatnya bisa mencapai 25 unit sebulan, bahkan lebih. Namun, sejak Corona mewabah, sebulan hanya mampu jual sekitar 10 mobil.
Baca juga: Berawal dari Hobi, Nur Kholis Rintis Bisnis Rental Mobil
“Yang laku itu pun yang harganya kurang dari Rp 100 juta. Kalau yang mobil harga di atas Rp 100 juta tak ada yang tersentuh. Kalau pun ada itu tukar tambah. Padahal harga juga sudah diturunkan hingga 35 persen dari harga pasaran sebelumnya,” jelasnya.
Mobil bekas dengan harga di bawah Rp 100 juta yang tersedia di Bursa Mobil Bekas Kudus tuturnya, antara lain Avanza tahun 2010, Calya, Agya, Sigra, Datsun Go, Mitsubishi Mariage, dan lain sebagainya.
Di Bursa Mobil Bekas Kudus, kata dia, saat ini ada sekitar 200 unit mobil dari berbagai merek, jenis dan model mobil. Dari yang paling murah mobil Datsun Go dan Mitsubishi Galant yang harganya Rp 70 juta, serta yang paling mahal Mitsubishi Pajero Rp 420 juta.
“Semoga saja Corona cepat hilang. Dan semoga ekonomi membaik. Usaha jual beli mobil kembali bergeliat seperti sedia kala,” tutup Sa’di.
Editor: Ahmad Muhlisin

