BETANEWS.ID, KUDUS – Dua final sengit tersaji dalam turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 1 2026–2027 di Supersoccer Arena, Kudus, Minggu (18/10/2026). SDN Jambean 02 Pati menjuarai kategori usia (KU) 10, sedangkan SD Unggulan Muslimat NU menjadi kampiun KU 12. Keduanya menang dengan skor identik 5-4.
SDN Jambean 02 Pati mengalahkan MI NU Baitul Mukminin melalui laga dramatis. Sempat tertinggal 1-3, SDN Jambean 02 Pati bangkit dan membalikkan keadaan. Syafa Ainun Habibah menjadi bintang dengan mencetak empat gol pada laga final. Ia sekaligus menyabet gelar pencetak gol terbanyak KU 10 dengan total 35 gol.
Sementara itu, SD Unggulan Muslimat NU menaklukkan SDN Karangsono 2 Mranggen dengan skor 5-4. Ghaitsa Luffi Arachman menjadi penentu kemenangan lewat torehan empat gol sekaligus membantu timnya meraih gelar juara untuk pertama kalinya.
Turnamen yang digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife pada 13–18 Oktober 2026 ini diikuti 1.672 atlet dari 100 SD dan MI. Jumlah peserta meningkat dibandingkan Seri 2 musim 2025–2026 yang diikuti 1.391 peserta.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, mengapresiasi konsistensi MilkLife yang selama tiga tahun terakhir giat membangun ekosistem sepak bola putri usia dini di wilayahnya.
Baca juga : MilkLife Festival SenengMinton Kudus 2026, 360 Siswa SD dan MI Dikenalkan Bulutangkis Sejak Dini
Sebagai perwakilan pemerintah daerah, ia berkomitmen mendukung tingginya minat masyarakat terhadap sepak bola putri dengan rutin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar semakin banyak lembaga pendidikan yang turut memfasilitasi minat para siswi.
“Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, peserta di MLSC Kudus tahun ini semakin menggembirakan. Kami dari Disdikpora Kabupaten Kudus berkomitmen untuk terus mendukung dengan melakukan sosialisasi yang masif ke para siswi dan orang tua. Apalagi kita mendapat fasilitas dari Bakti Olahraga Djarum Foundation sehingga mereka bisa latihan di Supersoccer Arena. Jadi, mudah-mudahan ini bisa lebih memotivasi atlet, sekolah-sekolah untuk berlatih lebih giat, agar ke depannya Kudus bisa melahirkan pesepak bola andal yang memperkuat Timnas Putri Indonesia,” katanya.
Senada dengan itu, perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, menilai tingginya antusiasme peserta MLSC Kudus pada seri ini tidak terlepas dari keberhasilan pembinaan usia dini yang terbukti mampu membawa sepak bola putri Indonesia berjaya di ajang internasional, seperti Srikandi Merdeka Cup 2026.
Selain itu, para pemain juga termotivasi oleh keberhasilan Asyifa Sholawa Farizqi, alumni MLSC Kudus yang berhasil menembus skuad Timnas Putri U-17 pada Kualifikasi Piala Asia Putri U-17 2027 di Singapura. Tim tersebut telah memastikan satu tempat di putaran final yang akan berlangsung di China pada awal tahun depan.
“Pertama, ini adalah efek dari Srikandi Merdeka Cup (SMC) yang sukses terselenggara bulan Agustus kemarin. Kedua, tim yang mewakili Timnas Indonesia, yaitu Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara, bermain dengan sangat bagus di SMC sehingga warga Kudus, terutama wali murid dan juga sekolah-sekolah, melihat ini sebagai peluang mengembangkan minat dan bakat. Sehingga peserta KU 8, KU 10, dan KU 12 meningkat cukup drastis di MLSC Kudus sekarang. Harapannya tentu dari MLSC Kudus akan lahir Asyifa-Asyifa baru yang juga bermain di Timnas Putri Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Kudus, Yayat Hidayat, memuji kualitas para pemain yang berlaga di MLSC Kudus Seri 1. Berstatus sebagai juara bertahan MLSC All-Stars selama dua tahun berturut-turut, ia yakin kemampuan yang ditunjukkan para pemain sepanjang turnamen dapat menjadi modal bagi Kudus untuk mempertahankan gelar juara MLSC All-Stars tahun depan.
“Target mereka (peserta) ikut latihan, kemudian ikut turnamen ini, salah satunya mereka ingin ikut di MLSC All-Star. Hal itu tentu menggembirakan sehingga kami bisa leluasa mencari bibit-bibit pemain. Apalagi, dari sisi kualitas, pemain di kelompok usia 10 kami melihat cukup banyak bibit-bibit baru ya,” ungkapnya.
“Dengan hadirnya Festival SenengSoccer untuk KU 8, cukup membantu dan melatih mereka untuk melanjutkan ke level berikutnya melalui kompetisi 7 vs 7. Selain itu, kami juga punya stok pemain yang sudah lama bergabung dan rutin berlatih di MilkLife Soccer Extra Training. Ditambah nanti hasil talent scouting dari MLSC Kudus Seri 1 ini, kami tetap targetkan juara MLSC All-Stars 2027,” tegasnya.
Selain pertandingan 7 lawan 7 untuk KU 10 dan KU 12, MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026–2027 juga kembali menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8.
Di Kudus, kegiatan ini diikuti 288 siswi dari 38 SD dan MI. Festival tersebut menjadi ajang pengenalan sepak bola putri bagi anak usia 6–8 tahun dengan mengedepankan keceriaan tanpa pertandingan kompetitif.
Dalam Festival SenengSoccer, para siswi diajak mengikuti berbagai kegiatan interaktif yang dikemas dalam latihan teknik dasar bermain sepak bola, seperti lari zig-zag dan melewati rintangan, melempar bola ke sasaran, menggiring bola, melompat, serta menendang bola ke gawang.
Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 1 2026–2027
Kategori Usia 10
- Juara: SDN Jambean 02 Pati
- Runner-up: MI NU Baitul Mukminin
- Semifinalis: SD 2 Demaan dan SD 3 Barongan
- Pencetak Gol Terbanyak: Syafa Ainun Habibah – SDN Jambean 02 Pati (35 gol)
- Pemain Terbaik: Arla Manda Giunia – MI NU Baitul Mukminin
- Penjaga Gawang Terbaik: Jingga Indhira Nitisara – SD 2 Demaan
- Tim Fair Play: SD NU Nawa Kartika
Kategori Usia 12
- Juara: SD Unggulan Muslimat NU
- Runner-up: SDN Karangsono 2 Mranggen
- Semifinalis: MI NU Pendidikan Islam dan SD 3 Terban
- Pencetak Gol Terbanyak: Ghaitsa Luffi Arachman – SD Unggulan Muslimat NU (28 gol)
- Pemain Terbaik: Soraya Alfi Anggraini – SDN Karangsono 2 Mranggen
- Penjaga Gawang Terbaik: Aqilla Anindita Khairinniswa – SD Muhammadiyah Birrul Walidain
- Tim Fair Play: SDIT Al Islam Kudus
Editor: Kholistiono

