Srikandi Merdeka Cup Usai, Pembinaan Sepak Bola Putri Indonesia Bakal Berlanjut di 15 Kota

BETANEWS.ID, KUDUS – Berakhirnya Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino bukan menjadi akhir dari rangkaian pembinaan sepak bola putri di Indonesia. Setelah turnamen internasional U-16 tersebut rampung digelar di Kudus, program pembinaan sepak bola putri akan kembali berlanjut melalui MilkLife Soccer Challenge di 15 kota.

MilkLife Soccer Challenge dijadwalkan bergulir mulai awal September hingga akhir 2026. Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan sepak bola putri yang sebelumnya telah terhubung dengan Hydroplus Soccer League dan mencapai puncaknya melalui Caffino Srikandi Merdeka Cup.

Program Director Caffino Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono, mengatakan turnamen di Kudus merupakan bagian terakhir dari trilogi Women Soccer yang dirancang untuk membangun ekosistem sepak bola putri secara berjenjang.

-Advertisement-

“Srikandi Merdeka Cup ini adalah puncak dari trilogi Women Soccer yang memang kita sudah rencanakan, dimulai dari MilkLife Soccer Challenge, kemudian dilanjutkan dengan Hydroplus Soccer League, dan puncaknya adalah turnamen internasional Srikandi Merdeka Cup,” kata Teddy di SSA Kudus, Minggu malam (23/8/2026).

Menurut Teddy, rangkaian pembinaan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman bertanding sekaligus menjadi fondasi bagi lahirnya pemain-pemain yang nantinya memperkuat Timnas Putri Indonesia.

Ia menilai dua tim Indonesia yang tampil di Srikandi Merdeka Cup, yakni Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara, telah menunjukkan perkembangan positif selama menghadapi tim-tim dari berbagai negara Asia.

Baca juga : Garuda Pertiwi Kalah Tipis 0-1 di Final, Thailand Juara Srikandi Merdeka Cup

“Kami sangat optimistis bahwa apa yang sudah dilakukan mulai dari MilkLife Soccer Challenge dengan Hydroplus Soccer League, ini akan menjadi suatu fondasi yang kuat untuk timnas senior putri Indonesia,” ujarnya.

Selain keberlanjutan pembinaan, Teddy juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat Kudus selama penyelenggaraan turnamen. Menurutnya, dukungan penonton menjadi salah satu hal positif yang terlihat sepanjang Srikandi Merdeka Cup.

“Kami mohon maaf karena kapasitas stadion tidak sepenuhnya mampu menampung tingginya minat masyarakat untuk menyaksikan pertandingan secara langsung,” kata Teddy.

Sementara itu, Business Unit Head Coffee & Confectionery PT Savoria sekaligus representatif Caffino, Soegiono, menilai Srikandi Merdeka Cup menjadi momentum penting bagi pemain-pemain muda Indonesia untuk mengukur kemampuan di level internasional.

Selama 10 hari penyelenggaraan, para pemain Indonesia tidak hanya mendapatkan pengalaman bertanding, tetapi juga kesempatan menghadapi tim-tim dari negara lain. Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kemampuan sekaligus mental bertanding para pemain muda.

“Caffino Srikandi Merdeka Cup diharapkan menjadi momentum penting dalam perkembangan sepak bola wanita di Indonesia. Selama 10 hari penyelenggaraan, srikandi-srikandi muda Indonesia tidak hanya berjuang membela Indonesia, tetapi juga mengukur diri ketika melawan tim-tim negara asing,” tutur Soegiono.

Hal senada disampaikan anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani. Ia menilai penampilan Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara menunjukkan adanya perkembangan mental pemain muda Indonesia ketika menghadapi lawan-lawan dari negara yang memiliki tradisi kuat di sepak bola putri.

Menurut Vivin, pengalaman bertanding di level internasional dapat memperluas talent pool sekaligus mempercepat proses regenerasi Timnas Putri Indonesia.

“Peningkatan kualitas mental terlihat jelas ketika para srikandi muda melangkah ke lapangan tanpa rasa gugup saat bertemu dengan negara-negara raksasa Asia,” ujarnya.

Vivin berharap para pemain tidak cepat puas setelah mengikuti Srikandi Merdeka Cup. Mereka dinilai masih memiliki perjalanan panjang sehingga perlu terus mendapatkan pembinaan dan pengalaman bertanding di klub maupun akademi.

Dengan berakhirnya Srikandi Merdeka Cup, perhatian pembinaan pun kembali diarahkan ke level akar rumput. Bergulirnya MilkLife Soccer Challenge di 15 kota mulai September mendatang diharapkan menjadi kelanjutan dari proses panjang untuk menemukan dan mengembangkan talenta sepak bola putri Indonesia.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER