BETANEWS.ID, JEPARA – Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan air bersih di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandengan 5 yang berada di Desa Bandengan, Kecamatan/Kabupaten Jepara, menyatakan sampel yang diuji positif mengandung bakteri.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, Hadi Sarwoko, menyebutkan sampel makanan yang diuji yaitu nasi putih, beef teriyaki, tempe goreng, labu siam wortel bumbu kuning, dan semangka. Kelima sampel makanan tersebut diambil lalu diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jepara pada 4–7 Agustus 2026.
Selain sampel makanan, pada 6 Agustus 2026, pihak laboratorium juga melakukan uji laboratorium terhadap air bersih yang berada di bak pencucian.
“Hasil uji lab dari sampel yang diuji sudah keluar, Jumat (7/8) kemarin. Ada beberapa sampel yang positif mengandung bakteri,” ungkap Hadi kepada Betanews.id, Sabtu (8/8/2026).
Sampel yang positif mengandung bakteri yaitu beef teriyaki, yang mengandung bakteri Enterobacteriaceae dan Salmonella sp., yang merupakan bakteri penyebab gangguan pencernaan.
Baca juga : Ratusan Siswa SMPN 2 Jepara Diduga Keracunan Menu MBG
Kemudian, pada buah semangka ditemukan bakteri Bacillus cereus dan Enterobacteriaceae yang merupakan bakteri penyebab gangguan pencernaan, serta yeast & mold, sejenis jamur yang bisa menyebabkan makanan cepat membusuk.
Lalu, pada sampel air bersih yang diambil dari bak pencucian ditemukan bakteri coliform, yaitu bakteri yang hidup di lingkungan tanah, air, serta saluran pencernaan hewan dan manusia.
“Sedangkan untuk sampel nasi putih, tempe goreng, labu siam wortel bumbu kuning tidak ditemukan bakteri atau hasilnya negatif,” sebutnya.
Terpisah, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Jepara, Wildan Musthofa, mengatakan operasional SPPG Bandengan 5 saat ini sudah dihentikan sementara sesuai surat keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Untuk SPPG Bandengan 5 disuspen (berhenti operasional sementara) minimal dua minggu ke depan. Sudah ada surat dari BGN (Badan Gizi Nasional) langsung,” kata Wildan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak 110 siswa dan 13 guru di SMPN 2 Jepara mengalami gejala diare dan mual. Bahkan, empat siswa dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD).
Efek tersebut tidak langsung dirasakan para siswa dan guru. Menu MBG yang positif mengandung bakteri dan menyebabkan keracunan itu diterima pada Senin (3/8/2026) siang sekitar pukul 11.00 WIB.
Sebagian siswa yang menjadi korban mulai mengalami diare pada Senin malam. Akan tetapi, pihak sekolah baru mengetahui kejadian tersebut pada Selasa (4/8/2026) pagi, saat banyak siswa tiba-tiba izin secara bersamaan ke toilet ketika jam pelajaran berlangsung.
Editor: Kholistiono

