Tiga Desa di Kudus Dapat Program Prioritas Perpusnas, Perpustakaan Diproyeksikan Jadi Pusat Pemberdayaan

BETANEWS.ID, KUDUS – Tiga desa di Kabupaten Kudus mendapat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) pada tahun ini. Ketiga desa tersebut rencananya akan mendapat dukungan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) berupa buku, komputer, printer, dan rak buku.

Program tersebut merupakan program prioritas Perpusnas yang bertujuan menjadikan perpustakaan desa/kelurahan bukan hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, peningkatan kecakapan literasi, dan pengembangan kewirausahaan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kudus, Mutrikah, menyampaikan bahwa tiga desa yang mendapat Program TPBIS tahun ini adalah Desa Gondoharum (Kecamatan Jekulo), Desa Mijen (Kecamatan Kaliwungu), dan Desa Gondangmanis (Kecamatan Bae).

-Advertisement-

“Jadi yang lolos mendapatkan program prioritas Perpusnas ini ada tiga desa. Harapan kami tiga desa ini benar-benar melakukan implementasi program,” bebernya saat dikonfirmasi belum lama ini.

Hingga tahun 2026, kata dia, sebanyak 19 desa telah mendapat program tersebut dari Perpusnas RI, termasuk tambahan tiga desa pada tahun ini. Menurutnya, program tersebut bertujuan mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Adanya program ini untuk memfasilitasi warga dengan pelatihan keterampilan, akses pengetahuan praktis, dan pengembangan ekonomi. Sehingga perpustakaan menjadi ruang belajar terbuka yang memberikan solusi nyata bagi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Baca juga : Program Trans Jekuti Segera Direalisasikan, Beroperasi Mulai 2028

Ia menuturkan, ketiga desa yang mendapat Program TPBIS tersebut rencananya akan memperoleh dukungan dari Perpusnas. Bantuan yang diberikan meliputi 250 judul atau 500 eksemplar buku bacaan bermutu, satu paket buku senilai sekitar Rp14 juta yang dipilih sesuai kebutuhan, satu unit komputer, satu unit printer, dan satu unit rak buku.

“Namun untuk realisasinya kami belum tahu akan diserahkan kapan,” tuturnya.

Pihaknya berharap ketiga desa tersebut dapat mengimplementasikan program dengan menyediakan berbagai kegiatan pelibatan masyarakat, seperti pelatihan dan pembelajaran gratis, fasilitas bagi kegiatan komunitas atau masyarakat, serta menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar dan pusat pemberdayaan masyarakat.

“Sehingga nantinya, program ini berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER