296 Pelajar Kudus Siap Ikuti Pertukaran Pelajar, Kini Berlangsung Dua Pekan

BETANEWS.ID, KUDUS – Program pertukaran pelajar jenjang SD dan SMP di Kabupaten Kudus kembali digelar pada tahun ajaran 2026/2027. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan tahun ini akan melibatkan lebih banyak peserta dengan durasi yang diperpanjang menjadi dua pekan.

Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Majid Maulana, mengatakan persiapan program tersebut telah memasuki tahap pematangan. Saat ini, Disdikpora masih menuntaskan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebelum melaksanakan sosialisasi dan membuka pendaftaran peserta.

“Persiapannya sudah matang. Setelah SPMB selesai, kami akan melakukan sosialisasi sekaligus membuka pendaftaran calon peserta pertukaran pelajar,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon belum lama ini.

-Advertisement-

Program tersebut menyasar siswa kelas VIII SMP dan kelas V SD. Seleksi peserta dilakukan oleh masing-masing sekolah. Untuk jenjang SMP, setiap sekolah mengirimkan enam siswa, sedangkan jenjang SD mengirimkan empat siswa.

Majid mengungkapkan, jumlah peserta tahun ini bertambah dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Penambahan kuota dilakukan berdasarkan hasil evaluasi yang menunjukkan tingginya minat sekolah dan siswa untuk mengikuti program tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 80 siswa SD dari 20 sekolah akan mengikuti program tersebut. Sementara itu, untuk jenjang SMP terdapat 216 siswa dari 36 sekolah yang berpartisipasi. Selain itu, program juga akan didampingi oleh 10 orang pendamping.

Baca juga : Tak Ada Lagi Sekolah Sepi, Seluruh SMP Negeri di Kudus Penuhi Kuota SPMB

“Jadi, secara keseluruhan ada 296 siswa dan 10 pendamping yang akan berpartisipasi dalam program ini. Dari hasil evaluasi, banyak sekolah yang belum sempat ikut justru menginginkan bisa berpartisipasi, sehingga kuotanya kami tambah,” jelasnya.

Selain jumlah peserta, perubahan juga dilakukan pada durasi pelaksanaan. Jika tahun lalu pertukaran pelajar berlangsung selama satu pekan, tahun ini durasinya diperpanjang menjadi dua pekan.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua.

“Dari hasil kuesioner, baik siswa, guru, maupun orang tua mengusulkan agar waktunya diperpanjang. Akhirnya, tahun ini pelaksanaannya menjadi dua minggu,” katanya.

Program pertukaran pelajar akan diawali dengan pembekalan dan pelepasan peserta pada 21 Juli 2026. Selanjutnya, pelaksanaan di satuan pendidikan berlangsung pada 27 Juli hingga 8 Agustus 2026.

Tak hanya pertukaran pelajar, Disdikpora juga tengah menyiapkan program pertukaran guru antarsekolah. Namun, pelaksanaannya akan dilakukan setelah program pertukaran pelajar selesai.

Menurut Majid, saat ini penyusunan standar operasional prosedur (SOP) untuk program pertukaran guru masih dibahas bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan para pengawas.

Program tersebut diharapkan menjadi wadah berbagi strategi pembelajaran, khususnya bagi guru mata pelajaran yang berkaitan dengan peningkatan capaian akademik siswa.

“Nanti guru-guru dari sekolah yang capaian akademiknya baik bisa berbagi pengalaman dan strategi pembelajaran dengan sekolah lain. Harapannya, kualitas pendidikan di Kudus bisa semakin merata,” tuturnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER