Minimalisasi Kecelakaan, Dua Ruas Jalan di Kudus Dipasangi Ratusan Mata Kucing Tenaga Surya

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus mulai memasang ratusan marka jalan jenis paku marka atau mata kucing bertenaga surya di sejumlah ruas jalan utama. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu pengendara saat malam hari sekaligus meningkatkan keselamatan lalu lintas.

Bupati Kudus melalui Kepala Seksi Sarana dan Prasarana serta Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kudus, Muchlisin, mengatakan pemasangan dilakukan di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Jenderal Soedirman. Kedua ruas jalan tersebut dipilih sebagai lokasi awal penerapan atau proyek percontohan (pilot project).

Menurutnya, mata kucing dipasang di garis tengah jalan untuk memisahkan arus kendaraan dari arah berlawanan. Perangkat tersebut juga berfungsi memberikan panduan bagi pengendara saat melintas pada malam hari maupun ketika mendekati tikungan dan persimpangan.

-Advertisement-

“Tujuannya untuk memberikan keselamatan kepada pengguna jalan. Itu sebagai pemandu jalan, terutama saat malam hari,” ujar Muchlisin melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.

Muchlisin menjelaskan, teknologi yang digunakan memanfaatkan tenaga surya. Pada siang hari, perangkat akan mengisi daya melalui panel surya (solar cell), kemudian secara otomatis memancarkan cahaya saat malam tiba.

Baca juga : Ada Pembangunan Gedung Sehat, Pedagang Pasar Bitingan Diminta Menyesuaikan atau Pindah ke Pasar Saerah

“Selain lebih hemat energi, sistem tersebut juga dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak membutuhkan sambungan listrik tambahan,” bebernya.

Pemasangan mata kucing dimulai sejak pekan pertama April 2026. Total sebanyak 371 unit dipasang di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Jenderal Soedirman dengan jarak yang disesuaikan kondisi jalan, mulai dari enam meter hingga sembilan meter.

“Untuk anggaran pemasangan mata kucing kurang lebih sebesar Rp150 juta. Dana tersebut bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2026,” ungkapnya.

Dalam pemasangannya, lanjut Muchlisin, permukaan aspal terlebih dahulu dibor sebelum perangkat direkatkan menggunakan lem aspal dan bahan aditif khusus. Cara tersebut dilakukan agar mata kucing lebih kuat menempel dan tidak mudah lepas.

Meski demikian, Dinas Perhubungan Kudus belum menyiapkan pengawasan khusus terkait potensi pencurian maupun perusakan fasilitas tersebut. Pemerintah berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas umum yang telah dipasang.

“Ke depan, kami masih akan mengevaluasi efektivitas pemasangan mata kucing tenaga surya tersebut sebelum diterapkan di ruas jalan lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, untuk anggaran tahun 2027, program tersebut masih menunggu arahan pimpinan daerah.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER