BETANEWS.ID, JEPARA — Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa SD dan SMP di Kabupaten Jepara tergolong rendah. Nilainya juga masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Tengah.
Berdasarkan data pada laman resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), nilai TKA jenjang SD di Jepara untuk mata pelajaran Matematika hanya mencapai 45,28, sedangkan Bahasa Indonesia 62,44.
Nilai tersebut berada di bawah rata-rata Jawa Tengah, yakni 47,08 untuk Matematika dan 65,15 untuk Bahasa Indonesia.
Sementara itu, pada jenjang SMP, nilai Matematika hanya 41,94 dan Bahasa Indonesia 63,81. Nilai tersebut juga masih berada di bawah rata-rata Jawa Tengah, yakni 42,71 untuk Matematika dan 65,96 untuk Bahasa Indonesia.
Dari hasil tersebut, media sosial diramaikan oleh unggahan yang menyebutkan bahwa jika dihitung berdasarkan rata-rata nilai dua mata pelajaran tersebut, baik pada jenjang SD maupun SMP, Jepara menempati peringkat ke-29 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Ratib Zaini, mengatakan peringkat tersebut tidak dikeluarkan secara resmi oleh pemerintah.
Baca juga : Jepara Masuk Prioritas Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi
Menurutnya, hal itu tidak bisa dijadikan patokan untuk menilai bahwa kualitas pendidikan di Jepara rendah.
“Ke depan kita akan melakukan perbaikan dan evaluasi, tapi itu (nilai TKA) tidak bisa menjadi patokan pendidikan di Jepara itu jelek, tidak bisa menjadi cerminan,” kata Ratib saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (18/6/2026).
Selain itu, menurutnya, nilai TKA juga tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan karena jumlah mata pelajaran yang diujikan tidak mencakup seluruh aspek pembelajaran.
Ratib menambahkan, evaluasi mutu sistem pendidikan sebelumnya telah dilakukan oleh Kemendikdasmen melalui Rapor Pendidikan. Hasilnya, nilai Rapor Pendidikan Jepara mencapai 82,49 yang menurutnya masuk kategori tuntas madya.
“Rapor Pendidikan indikatornya ada delapan. Kalau itu dijadikan patokan sebagai bahan evaluasi, cenderung setuju,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

