Jalan Daren Jepara Rusak Parah, Warga: “Kalau Tidak Dicor, Setidaknya Diaspal Dulu”

BETANEWS.ID, JEPARA – Jalur alternatif Jepara–Kudus yang berada di Desa Daren, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, saat ini mengalami kerusakan parah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi jalan tersebut dipenuhi banyak lubang. Hal itu membuat kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati.

Jalan tersebut merupakan jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, pikap, truk, hingga kendaraan besar.

-Advertisement-

Kondisi tersebut juga membahayakan pengguna jalan. Terlebih saat musim hujan tiba, lubang-lubang di jalan itu tertutup genangan air sehingga menyebabkan beberapa pengendara terjatuh.

Menanggapi kondisi tersebut, salah satu warga Desa Daren, Muhammad Yusuf (42), mengatakan harapan warga sebenarnya cukup sederhana.

Jika kondisi keuangan daerah belum mencukupi untuk melakukan pengecoran jalan, warga berharap jalur tersebut dapat diaspal terlebih dahulu atau setidaknya lubang-lubang yang menganga ditutup sementara.

Baca juga : Kondisinya Rusak Parah, Jalan Alternatif di Daren Jepara Dikeluhkan Warga

“Saran kami, kalau tidak dicor, diaspal dulu tidak apa-apa, yang penting keselamatan warga,” ujarnya saat ditemui di pangkalan truk miliknya pada Senin (1/6/2026).

Abdul Kholiq (45), pedagang mainan yang sudah lima tahun berjualan di jalur tersebut, bercerita bahwa jalan itu mulai mengalami kerusakan sekitar dua tahun lalu.

“Parahnya sekitar satu tahun yang lalu, setelah musim hujan kemarin,” katanya saat ditemui di lokasi pada Senin (1/6/2026).

Saat musim kemarau seperti sekarang, banyak debu yang beterbangan. Akibatnya, sebagai pedagang mainan, Kholiq harus lebih sering membersihkan barang dagangannya.

“Kalau kena debu terus, barangnya jadi seperti barang lama. Jadinya tiap hari harus saya lap terus,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan seorang pedagang sembako yang enggan disebutkan namanya. Lokasi warungnya yang berada tepat di tepi jalan membuat barang dagangannya banyak terkena debu. Karena itu, ia mengurangi jumlah barang yang dijual, terutama produk makanan.

“Sekarang kalau beli barang agak saya kurangi, terutama yang makanan, soalnya banyak kena debu,” ungkapnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER