BETANEWS.ID, KUDUS – Upaya menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini terus dilakukan melalui berbagai kegiatan kreatif dan menyenangkan. Salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi antara biMBA AIUEO, Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Kabupaten Kudus, dan Komunitas Read Aloud dalam kegiatan Outing Class biMBA AIUEO yang diselenggarakan di Desa Medini, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 32 peserta didik usia 3–6 tahun beserta guru pendamping ini menghadirkan pengalaman belajar di luar kelas yang memadukan unsur literasi, edukasi lingkungan, dan permainan edukatif. Melalui konsep belajar sambil bermain, anak-anak diajak mengenal berbagai hal baru secara langsung sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna dan menyenangkan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan peserta menuju lokasi wisata edukasi. Setibanya di lokasi, anak-anak mengikuti berbagai aktivitas, seperti cooking class, fun games, gerak dan lagu, pentas baca, membaca nyaring (read aloud), pengenalan tanaman hidroponik, kereta sawah, hingga bermain air.
Dalam sambutannya, Ivan selaku Manajemen biMBA AIUEO menyampaikan bahwa masa kanak-kanak merupakan masa emas yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan kebiasaan belajar anak.
“Di biMBA AIUEO, kami tidak hanya mengajarkan anak membaca, tetapi juga fokus menumbuhkan karakter minat baca dan minat belajar sejak usia dini melalui metode belajar yang menyenangkan. Kami juga sangat senang dapat berkolaborasi dengan RELIMA Kabupaten Kudus dan Komunitas Read Aloud. Kolaborasi ini memberikan pengalaman belajar yang lebih seru, interaktif, dan bermakna bagi anak-anak sehingga mereka semakin mencintai proses belajar,” ungkapnya.
Baca juga : Sekolah Negeri di Kudus Diminta Tak Gelar Perpisahan Berlebihan
Pada sesi literasi, RELIMA Kabupaten Kudus dan Komunitas Read Aloud memfasilitasi kegiatan read aloud atau membaca nyaring yang dikemas secara interaktif. Anak-anak tampak antusias mendengarkan cerita, menjawab pertanyaan, serta berpartisipasi dalam berbagai permainan literasi yang disiapkan. Selain itu, peserta juga menunjukkan kemampuan membaca mereka melalui kegiatan pentas baca yang berlangsung meriah dan penuh semangat.
Koordinator RELIMA Kabupaten Kudus menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi gerakan literasi yang tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir, berkomunikasi, serta membangun rasa ingin tahu anak terhadap lingkungan sekitar.
“Literasi dapat ditumbuhkan melalui berbagai pengalaman belajar yang menyenangkan. Dengan kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya berinteraksi dengan buku, tetapi juga belajar mengamati, bertanya, dan memahami hal-hal yang ada di sekitar mereka,” ujarnya.
Selain kegiatan literasi, peserta juga mengikuti sesi pengenalan tanaman hidroponik. Dalam sesi ini, anak-anak diperkenalkan pada berbagai jenis tanaman hidroponik serta diajak mengamati proses pertumbuhan tanaman mulai dari tahap penyemaian hingga siap panen. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar langsung yang membantu anak memahami konsep sederhana tentang pertumbuhan tanaman dan pentingnya menjaga lingkungan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh keceriaan dan antusiasme. Suasana belajar yang menyenangkan membuat peserta aktif terlibat dalam setiap sesi yang diberikan. Tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, anak-anak juga belajar bersosialisasi, bekerja sama, dan berani mengekspresikan diri di hadapan teman-temannya.
Melalui kegiatan Outing Class ini, biMBA AIUEO, RELIMA Kabupaten Kudus, dan Komunitas Read Aloud berharap dapat terus membangun sinergi dalam menghadirkan program-program literasi yang kreatif, edukatif, dan menyenangkan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini serta mencetak generasi yang gemar membaca, gemar belajar, dan memiliki karakter positif sebagai bekal menghadapi masa depan.
Editor: Kholistiono

