BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus terus memperkuat upaya pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting melalui sosialisasi Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) yang digelar bersama BKKBN Provinsi Jawa Tengah di Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan ibu-ibu dari sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus.
Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani, menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terkait berbagai program pembangunan keluarga. Materi yang disampaikan meliputi keluarga berencana (KB), kesehatan kehamilan, duta genre, lansia, stunting, hingga program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
“Peserta yang hadir nantinya diharapkan bisa menyampaikan kembali materi ini kepada ibu-ibu lainnya di wilayah masing-masing,” bebernya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk penguatan program yang sebenarnya sudah berjalan di Kabupaten Kudus. Dalam kegiatan itu juga digelar demo memasak makanan bergizi untuk mendukung pengentasan stunting.
Ia menilai edukasi terkait pola makan anak perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak memberikan makanan instan secara berlebihan kepada anak-anak. Sebab, hal itu dapat berdampak buruk terhadap tumbuh kembang anak.
“Jangan sampai anak hanya diberi mi instan atau sereal saja. Harus ada pemenuhan gizi yang sesuai standar,” katanya.
Endhah menambahkan, Pemkab Kudus terus berupaya menekan angka stunting dengan melibatkan berbagai pihak. Meski secara data angka stunting mengalami penurunan, pihaknya tetap menargetkan Kudus menuju zero stunting.
Baca juga : Bupati Sam’ani Gelorakan Kebangkitan Ekonomi Kudus di Momen Harkitnas
“Kami ingin zero stunting, tapi tentu prosesnya membutuhkan waktu. Karena itu, berbagai upaya terus kami lakukan bersama semua pihak,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Rusman Efendi, menjelaskan bahwa saat ini BKKBN telah bertransformasi menjadi kementerian yang lebih fokus pada pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana. Ia mengatakan, salah satu fokus utama saat ini adalah mendukung program MBG, khususnya bagi sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Di Kudus ini termasuk daerah yang sudah cukup baik karena sekitar 61 persen SPPG sudah melayani sasaran 3B,” ujarnya.
Rusman mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kudus dan seluruh mitra yang dinilai aktif mendukung program tersebut. Ia berharap capaian layanan untuk sasaran 3B bisa terus meningkat hingga 100 persen.
Selain MBG, pihaknya juga menyoroti keberhasilan pelaksanaan program Genting di Kudus yang berjalan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dukungan CSR perusahaan.
“Program Genting ini tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tapi juga melibatkan orang tua asuh melalui CSR,” jelasnya.
Tak hanya itu, BKKBN juga terus mendorong program Taman Asuh Sayang Anak, Ayah Teladan Indonesia, hingga Sidaya atau Lansia Berdaya untuk memperkuat kualitas keluarga di tengah tantangan sosial saat ini.
“Harapannya, melalui berbagai program ini kualitas keluarga semakin baik. Kalau keluarga berkualitas, maka daerah dan negara juga akan semakin berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

