BETANEWS.ID, JEPARA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Jepara mulai mendalami kasus penemuan bayi laki-laki yang ditemukan mengambang di aliran Sungai SWD II, Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.
Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela, mengatakan bahwa pada Selasa (5/5/2026), pihaknya telah mengambil sampel DNA dari bayi tersebut.
“Saat ini masih dalam proses penyelidikan. Kemarin sudah kami bawa dan kami ambil sampel DNA,” kata Wildan saat ditemui di Mapolres Jepara, Rabu (6/5/2026).
DNA tersebut dibutuhkan sebagai salah satu barang bukti apabila nantinya penyidik telah menemukan terduga pelaku yang tega membuang bayi laki-laki tersebut.
“Apabila kami sudah mengantongi nama terduga pelaku, hasil DNA nanti bisa menjadi alat bukti untuk dicocokkan antara DNA bayi dengan ibu yang membuang bayi,” jelasnya.
Selain mengambil DNA bayi, Wildan menambahkan bahwa dokter juga telah melakukan pemeriksaan luar terhadap kondisi bayi tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bayi tersebut diperkirakan berusia sekitar satu hingga dua hari saat ditemukan. Dari kondisi tubuh bayi, menurutnya juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Baca juga : Bikin Gempar, Warga Kedungmalang Jepara Temukan Mayat Bayi Laki-laki Mengambang di Sungai
“Tidak ada tanda kekerasan. Ari-ari masih lengkap sehingga dimungkinkan setelah lahir langsung dibuang oleh ibunya. Meninggalnya diperkirakan satu hingga dua hari sebelum ditemukan,” lanjut Wildan.
Namun, Wildan belum bisa memastikan penyebab pasti bayi tersebut meninggal dunia. Pihaknya juga berencana melakukan pemeriksaan organ dalam bayi tersebut.
“Belum bisa kami simpulkan apa penyebab kematiannya, karena baru pemeriksaan luar dan akan kami lakukan pemeriksaan dalam pada bayi tersebut,” ujarnya.
Sebagai informasi, bayi laki-laki tersebut pertama kali ditemukan oleh anak-anak yang sedang bermain layang-layang di aliran Sungai SWD II pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Saat ditemukan, posisi bayi berada di tengah aliran sungai. Namun kemudian terdorong arus air hingga posisinya berada di tepi sungai.
Bayi tersebut kemudian ditolong oleh Muzaenah (72), warga Kedungmalang, dan diangkat dari tepi sungai. Oleh warga, bayi tersebut dimasukkan ke dalam kardus dan dibawa ke gubuk di dekat jalan raya untuk selanjutnya dibawa oleh pihak terkait.
Editor: Kholistiono

