BETANEWS.ID, KUDUS – Pemecahan Rekor MURI Tari Lajur Caping Kalo akan menjadi salah satu agenda utama dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477 pada 2026. Kegiatan tersebut direncanakan digelar di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus dengan target melibatkan lebih dari seribu peserta.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Teguh Riyanto menuturkan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas daerah melalui seni tari tradisional. Pelaksanaan pemecahan rekor MURI nanti pada puncak Hari Jadi Kudus.
“Pemecahan Rekor MURI nanti berkaitan dengan jumlah peserta. Nantinya, Tari Lajur Caping Kalo diikuti minimal seribu peserta,” ujar Teguh saat ditemui belum lama ini.
Sebelum pemecahan rekor MURI, kata dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan menggelar festival dan lomba Tari Lajur Caping Kalo yang dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2026. Para peserta akan diminta mengirimkan video penampilan untuk proses penilaian awal.
“Hingga saat ini, tercatat sebanyak 91 kelompok tari telah mendaftar dengan masing-masing kelompok terdiri dari lima orang penari. Total peserta sementara mencapai sekitar 450 orang yang berasal dari tiga kategori, yakni SMP, SMA, dan umum,” bebernya.
Baca juga: Mengenal Logo Hari Jadi Kudus ke-477, Buah Pikir Bupati Sam’ani
Kategori umum tersebut, tuturnya, meliputi peserta dari PKK, kecamatan, hingga perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kudus.
Dari tahap seleksi video, akan dipilih empat terbaik di masing-masing kategori untuk tampil pada babak final. Rencananya, 12 penampilan finalis akan tampil langsung di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus pada 24 Mei 2026.
“Setelah festival, akan dipilih peserta terbaik dari tiap kategori untuk tampil di final yang rencananya digelar pada 24 Mei 2026,” jelas Teguh.
Pada momen yang sama, Pemkab Kudus juga akan meluncurkan logo Hari Jadi Kudus ke-477 yang sebelumnya telah beredar di media sosial.
Puncak acara Hari Jadi Kudus nantinya juga akan diisi hiburan serta kegiatan budaya di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
Editor: Kholistiono

