Harga Kedelai Tembus Rp11.600 per Kg, Pengrajin Tahu di Jepara Kelimpungan 

BETANEWS.ID, JEPARA– Imbas eskalasi perang antara Amerika dan Israel melawan Iran membuat harga kedelai impor dari Amerika mengalami kenaikan. Hal itu membuat pengrajin tahu dan tempe kelimpungan, termasuk di Kabupaten Jepara.

Salah satu pengrajin tahu di Kabupaten Jepara, yaitu Ahmad Abdul Basir (42) pemilik Tahu Susu Din Yu yang berlokasi di Desa Ketilengsingolelo RT 2 RW 1, Kecamatan Welahan. 

Ditemui di tempat produksinya, Abdul mengatakan, harga kedelai impor saat ini terus merangkak naik. Kenaikan itu mulai terjadi sekitar tiga bulan yang lalu. 

-Advertisement-

“Ngga cuma naik ini (harga kedelai), sudah beda harga. Biasanya Rp8-9 ribu per kg, saat ini Rp11.600 per kg,” sebut Abdul saat ditemui pada Sabtu, (4/4/2026).

Akan tetapi meskipun mengalami kenaikan, Abdul mengatakan, kesepakatan dari Paguyuban Pengrajin Tahu dan Tempe khususnya di Kabupaten Jepara, pengrajin belum menaikkan harga jual. 

Hal itu dilakukan untuk menjaga daya beli konsumen. Abdul menyebutkan, harga satu papan tahu yang ia produksi berisi 100 buah tahu dijual seharga Rp35 ribu. Ia juga memproduksi tahu susu yang dijual dengan harga Rp60 ribu per papan berisi 110 tahu. 

Baca juga : Harga Plastik Naik Drastis Imbas Perang Timur Tengah

“Ini kalau nanti harga (kedelai)-nya terus naik, mencapai Rp12 ribu per kg, ya terpaksa harganya akan dinaikkan,” ungkap Abdul. 

Kenaikan harga jual tahu nantinya, Abdul memperkirakan mencapai 2-5 ribu per papan. 

Sedangkan untuk saat ini, sebagai upaya mensiasati naiknya modal produksi agar tetap memperoleh keuntungan, para perngrajin mengurangi ukuran dan timbangan bahan baku. 

Sebab, selain harga kedelai, harga plastik untuk membungkus tahu juga ikut mengalami kenaikan. Dari yang awalnya Rp7 ribu per kemasan menjadi Rp10-11 ribu per kemasan. 

“Meskipun sudah disiati, omzet produksi ini tetap turun, kisaran 20-30 persen,” ungkapnya. 

Adapun dalam satu kali produksi ia biasanya menghabiskan 3-4 kwintal kedelai yang rata-rata membutuhkan 16-20 kali proses pemasakan. 
  
Abdul mengatakan kebanyakan pengrajin tahu sebenarnya lebih menyukai kedelai lokal ketimbang kedelai impor. Sebab kedelai lokal menghasilkan sari kedelai yang lebih banyak sehingga membuat tekstur tahu lebih padat dan kenyal. 

Hanya saja, harga kedelai lokal saat ini mencapai Rp14 ribu per kilogram. Harganya yang lebih mahal, membuat pengrajin tahu akhirnya bergantung pada kedelai impor.  

“Harapannya harga bisa normal lagi, pemerintah bisa memikirkan para pengrajin biar tetap bisa berjalan, konsumen tidak terlalu mahal, produsen tetap bisa untung,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER