BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang Hari Raya Idulfitri, lonjakan pembeli terjadi di toko-toko pakaian, seperti halnya Benang Raja Kudus. Bahkan, pada momen jelang Lebaran, antrean di kasir mengular hingga membuat pelanggan harus menunggu sampai dua jam untuk menyelesaikan transaksi.
Sosial Media Marketing Benang Raja Kudus, Vika Anggun mengatakan, peningkatan jumlah pengunjung sudah mulai terasa sejak sepekan sebelum Ramadan dan terus memuncak setelah pencairan Tunjangan Hari Raya (THR).
“Mulainya sepekan sebelum Ramadan sudah ramai, tapi puncaknya setelah THR cair. Setiap hari antrean kasir panjang sekali, bahkan customer bisa antre sampai dua jam, untuk menyelesaikan pembayaran,” katanya saat ditemui di toko, belum lama ini.
Menurutnya, lonjakan pembeli tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh perluasan dan renovasi toko yang kini mampu menampung lebih banyak pengunjung.
“Dibanding tahun lalu meningkat drastis, karena sebelumnya toko belum sebesar ini dan belum direnovasi. Setelah diperluas di Februari tahun ini, peningkatannya bisa sampai 80 persen,” jelasnya.
Produk yang paling banyak diburu konsumen adalah batik, baik dalam bentuk kain maupun produk jadi seperti sarung. Selain karena kualitas, harga yang ditawarkan dinilai sangat terjangkau karena diproduksi sendiri di pabrik langsung.
“Yang paling dicari batik, sarung, dan kain. Karena di sini harganya langsung dari produksi, jadi lebih terjangkau,” katanya.
Baca juga: Bisnis Sewa iPhone di Kudus Kian Laris, Banyak Disewa untuk Gaya dan Liburan
Tak hanya pembeli perorangan, sejumlah perusahaan juga turut berbelanja dalam jumlah besar untuk kebutuhan THR bagi karyawan sebagai bingkisan Lebaran.
Dari sisi omzet, Vika menyebut terjadi peningkatan signifikan. Pada hari biasa, omzet harian puluhan juta. Namun menjelang Lebaran, angka tersebut melonjak hingga menembus lebih dari Rp100 juta per hari.
Meski permintaan meningkat tajam, pihaknya memastikan tidak ada kenaikan harga. Stabilitas harga menjadi salah satu daya tarik utama Benang Raja Kudus di mata konsumen.
“Kami tidak menaikkan harga, tetap stabil karena produksi sendiri. Jadi tidak tergantung momen tertentu,” tegasnya.
Untuk pilihan produk, Benang Raja menawarkan berbagai varian dengan harga yang cukup terjangkau. Batik dijual mulai Rp20 ribu, kain Rp2.200 per meter, gamis koleksi Ramadan berkisar Rp85 ribu hingga Rp230 ribu, baju koko Rp99 ribu, hingga sarimbit keluarga mulai Rp219 ribu.
Menariknya, tren pembeli tidak berhenti setelah Lebaran. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, toko tetap ramai dikunjungi, terutama oleh pelanggan dari luar kota yang membeli produk sebagai oleh-oleh untuk warga luar daerah.
“Setelah Lebaran masih ramai, biasanya dari luar kota seperti Jakarta dan Sumatra. Produk yang paling banyak dicari seperti daster, dompet, dan aksesoris,” ungkapnya.
Editor: Kholistiono

